Ngeblog: Curhat Sekaligus Belajar Nulis

Posted on April 24, 2013

1


Sekretariat himpunan jurusan mahasiswa itu terlihat sesak oleh mahasiswa yang tengah asik bersenda gurau. Di tengah, nampak lima orang mahasiswa bermain kartu. Di beberapa sudut ruangan nampak beberapa mahasiswa menonton film dari laptop mereka. Namun, agak jauh dari keramaian, nampak seorang mahasiswa tengah serius mengetik di laptopnya.  Ia bukannya sedang mengerjakan tugas kuliah atau pun mengurus urusan administrasi himpunan. Ia sedang menulis di blog pribadinya. Sesekali ia tertawa bersama teman-teman yang bergurau. Terkadang, ia  menuliskannya di dokumen pribadi di PC-tabletnya. Bahan tulisan, begitu katanya.

Sekarang ini, sebagian besar orang memiliki blog pribadi. Bahkan beberapa memiliki lebih dari satu blog pribadi. Dalam hal ini, tujuan masing-masing individu berbeda. Sudah banyak orang yang memanfaatkan blog sebagai tempat pencurahan ide dan perasaan. Singkatnya, blog seperti jurnal pribadi seseorang. Suatu blog pribadi, mencerminkan kepribadian pemiliknya. Gaya penulisan dan jenis konten di dalam setiap blog berbeda-beda, tergantung karakter pemilik dan tujuan pembuatan.

Pengguna blog terdiri atas berbagai kalangan. Seperti misalnya siswa sekolah menengah atas. Rata-rata mereka yang memiliki blog pribadi, kontennya berisi cerita-cerita sekolah, kehidupan sosial di sekolah,video boyband yang sedang terkenal, dan foto-foto bersama gang mereka. Mereka mengabadikan momen-momen kebersamaan imereka di blog. Blog dipercantik tampilannya dan diberi aplikasi sehingga pembaca bisa menikmati lagu yang diputar secara otomatis saat mengunjungi blog tersebut.

Sementara itu, sebagian orang memilih mengisi blog mereka dengan ilmu pengetahuan umum atau pun ilmu yang mereka dapatkakn dari pendidikan formal mau pun dari seminar-seminar yang mereka ikuti. Blog seperti ini ramai dikunjungi lewat akses mesin pencari Google saat pengakses internet mencari informasi.

Di sisi lain, mahasiswa yang aktif berorganisasi memilih menuangkan idealisme mereka sebagai mahasiswa lewat blog pribadi mereka. Biasanya, mereka adalah aktivis kampus yang memiliki idealisme yang tinggi.

Sementara itu,  penulis amatir mengisi blog mereka dengan tulisan-tulisan hasil karya mereka, seperti puisi, cerpen, syair, atau pun artikel. Karya mereka bisa dari keadaan sekitar atau pun pengalaman pribadi mereka.

Blogger, begitu sebutan untuk pengguna blog, biasanya memiliki waktu khusus dan rutin untuk menulis di blog pribadinya. Bisa setiap malam, setiap akhir pekan, atau pun tiap bulan. Sebagian blogger sudah mengorganisir konten blog nya.

Selain bisa dimanfaatkan efektif sebagai tempat mencurahkan ide dan perasaan, blog bisa menjadi sarana untuk belajar menulis. Sekarang ini, bukan hanya wartawan atau pun sastrawan yang mempublikan tulisan mereka, tapi semua bisa mempublikasikan tulisan informatif atau pun tulisan dengan fungsi entertain mereka ke media massa. Dengan terbiasa menulis, blogger akan menemukan gaya penulisan masing-masing mereka dan menemukan kenyamanan yang berbeda dalam menulis.

Seperti sambil menyelam minum air, ngeblog pun untuk curhat sekaligus belajar menulis. Lebih baik lagi jika meluangkan waktu khusus setiap harinya untuk mengisi blog pribadi. Bagi pengguna baru dan belum terbiasa menulis, mungkin masih kesulitan untuk menuliskan ide dan pemikiran di blog. Namun dengan kebiasaan menulis dalam rentang waktu tertentu, mulai dari hal kecil yang ditulis singkat, kemampuan menulis seseorang bisa meningkat.

Sebaiknya, luangkan waktu di pagi hari aitau malam hari untuk menulis. Pagi hari, sebelum memulai aktivitas, tuangkan hal-hal informatif atau pun syair-syair di blog. Di malam hari, tuliskan cerita di blog, bisa dalam bentuk cerita komedi, cerpen, atau pun beberapa kejadian unik yang dikemas dalam bentuk artikel. Tulisan bisa juga dikategorikan jenis tulisan yang akan di-posting dengan menggunakan layout dan template yang ada.

Sebagai penulis, tidak perlu takut akan tidak adanya ide atau bahan tulisan. “Semua yang kita lihat adalah bahan tulisan,” begitu yang sering diucapkan Jejen Jaelani di kelas “Jurnalisme dan Sains Teknologi”.  Tuliskan ide saat itu juga. Sebaiknya buat catatan khusus yang berisi ide-ide atau pun draft kasar tentang tulisan yang akan kita buat. Catatan bisa di buku khusus, handphone atau pun PC-tablet, atau pun laptop. Secara berkala, lakukan pengecekan draft dan catatan dan mulailah menulis segera mungkin.

Orang yang sudah terbiasa membuat catatan dan draft, akan terbiasa melihat kejadian-kejadian tidak biasa yang bisa dijadikan bahan tulisan. Mereka akan terlatih menemukan ide secara cepat. Ide yang didapat dapat dan langsung dituliskan membuat penulisnya terlatih menulis dengan menuangkan apa yang dilihat dan dirasakan. Sementara  untuk blogger, buat draft kasar di draft blog saat ide dan inspirasi datang. Setelah sehari atau beberapa saat, cek lagi draft blog dan lakukan pengeditan, kemudian publikasikan di blog.

Di blog, kita juga bisa bertukar tulisan dengan blogger lainnya.  Jadi, jelas bukan, menulis blog itu mengasyikan? Selain kebutuhan pribadi terpenuhi dan kemampuan menulis meningkat, kebutuhan sosial pun bisa dicapai.***

Meri Handayani

10311025

Ditandai:
Posted in: Opini