Tiap Weekend Maen Dota, Ikut Hackathon, Juara Dua

Posted on Desember 16, 2012

0


Edwin (21) tertawa gembira mendengar nama timnya disebut oleh juri.

Edwin yang tergabung dalam Bojonegoro United sukses menjadi juara II dalam lomba Hackathon Perjuangannya selama 24 jam mengutak-atik kode program akhirnya berakhir gembira.

Mungkin banyak bertanya apa itu Hackathon? Hackathon sendiri merupakan lomba untuk membuat program, namun uniknya setiap peserta harus membuat programnya dalam kurun waktu 24 jam nonstop. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Oktober 2012 ini diikuti oleh 600 pengembang, 128 tim.

Bojonegoro United sendiri digawangi oleh 4 orang mahasiswa Teknik Informatika ITB, yang juga merupakan maniak game. Anggotanya yaitu Edwin Lunando, Unggul Bakti Muhammad, Samuel Enrico, dan Georgius Reynaldo.

Mungkin anda bertanya bagaimana 4 orang pecinta game ini dapat menjadi juara II, mengalahkan lebih dari 120 tim untuk menjadi juara II dalam lomba Hackathon? Tentu hal tersebut tidak hanya berupa keberuntungan. Tim tersebut telah mempersiapkan materi dan ide untuk lomba tersebut dari jauh hari.

Lah terus kapan dong mereka bermain game? Tentu mereka tidak melupakan kegemaran tersebut. Mereka tetap bermain game, tetapi dengan bertanggung jawab. Apa sih maksudnya bertanggung jawab? Mereka bermain game dengan waktu yang dibatasi, misalnya pada weekdays mereka bermain 2-4 jam, kemudian setelah itu mereka membahas mengenai lomba tersebut, apa saja yang perlu disiapkan untuk lomba, ide-ide apa yang mampu menarik juri Hackathon, dll. Namun ketika weekend, mereka melampiaskan hasrat mereka untuk bermain game. Lepaslah mereka dari kejenuhan di hari-hari kerja, dan bersenang-senanglah mereka ketika weekend. Mereka juga tidak lupa untuk melatih skill ngoding, alias membuat kode yang diperlukan untuk membuat program.

Pada lomba kali ini, Edwin beserta rekan setimnya membuat sebuah game tentang simulasi membuat sebuah start up company. Pemain dalam game dapat memilih untuk menggunakan sofware original atau software bajakan ketika menjalankan start up company tersebut. Terdapat berbagai macam variasi dan pilihan lainnya untuk membangun sebuah start up company tersebut.

Karena memenangi lomba hackathon sebagai juara II, Edwin beserta timnya berhak atas hadiah 500 USD, atau sekitar Rp 5.000.000. Edwin berkata, “Ya kemungkinan hadiahnya kita tabung atau mentraktir teman-teman.” Sungguh baik hati mahasiswa ITB ini. Walaupun telah memenangi lomba, dia tidak serta menjadi sombong, justru dia berbuat baik kepada orang lain dengan cara mentraktir temannya.

Semoga cerita tentang mahasiswa ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berkarya. Kita tetap bisa menjalankan hobi kita, namun tetap menghasilkan suatu prestasi. Semangat!***

 

13509075_Ade_Feature

 

 

 

Ditandai:
Posted in: feature