Putu Nitya Nipuna manusia terbijak di dunia

Posted on Desember 16, 2012

0


Sayang jika anda belum mengenalnya, memang Putu Nitya Nipuna bukanlah sosok yang mudah dikenal tidak lain karena prinsipnya yang seperti ninja, bagai bayangan, yang bahkan malam pun kesulitan untuk menemukannya. Tapi ia memang ada di dunia ini, sebagaimana dunia ini selalu ada di pikirannya. Ia ada di bandung,sebagaimana seharusnya mahasiswa ITB menetap. Adalah Putu panggilan akrabnya, ia sudah ada di dunia ini selama 22 tahun pas 2 oktober yang lalu.

Mahasiswa Arsitektur ITB yang tidak lama lagi akan digandrungi oleh kesibukan Tugas Akhir ini memang tampak biasa saja, berambut pendek, berkacamata dan tidak terlalu menarik perhatian karena gayanya yang kasual. Ia sering terlihat bersama sebatang rokok yang tidak lain teman akrabnya, yang tidak lelah menemani suka duka lika-liku kehidupannya. Namun sekali lagi, ia memang sosok yang susah ditemukan luntang-lantung di sekitar kampus, bukan hal yang menyenangkan baginya untuk berada di tempat umum yang ramai oleh manusia walaupun ia adalah sosok yang senang memperhatikan tingkah laku manusia.

Semester ganjil baru saja berlangsung 1-2 bulan, suasana kampus masih berantakan oleh hiruk-pikuk kegembiraan mahasiswa ITB, khususnya mahasiswa TPB (Tahap Paling Bahagia ; guyonan anak ITB dari Tahap Persiapan Bersama). Namun suasana itu tidak mampu dipahami apalagi ditangkap oleh putu, ia tampak pucat, diam tanpa pedulinya untuk ikut dalam obrolan menarik di tengah terik ini. Orang yang mengidolakan Bertnard Russel, seorang filsuf dan ahli matematika di britania raya ini, bukanlah sosok yang tidak mudah mencair dalam obrolan. Kegamangan tampak dalam mukanya, kacau, bagai puzzle yang belum selesai. Siang ini, kamis (18/10/12), ia mulai menumpahkan gejolak yang selama ini berpusara di kepalanya, “kenapa ya, menjadi orang baik itu kadang ga enak..” awal dari segala curahtnya yang kemudian mengalir deras, mengungkapkan kebingungannya atas ketidak-cocokan logika yang ada di pikirannya. ya, Putu memang sosok yang tak kenal diam ketika melihat ketidak-adilan yang sehari-harinya muncul bersaing dengan tugas-tugas kuliah yang gencar menyapanya. Bak superman yang dengan cepat merespon segala kejahatan yang ada didepannya. Mungkin karena sejak kecil ia telah tumbuh dan berkembang dengan sudut pandang yang dinamis dan wawasan yang luas, sehingga ia dengan sadar semakin mampu menilai segala fenomena disekitarnya.ia semakin bijak.

Namun memang dunia ini begitu rumit, kebaikan tidak selalu berbanding lurus dengan kebaikan, mungkin tergantung dari sudut pandang mana. Begitulah yang dirasakan putu, ketika ia berwisata ke Karimun Jawa ketika liburan bulan agustus yang lalu, tepatnya 7 agustus, bertemu dengan permasalahan yang rumit nan menggelisahkan. Putu yang berlibur bersama teman-temanya saat itu sedang menikmati indahnya pantai karimun jawa yang seperti ingin dibingkai dan dibawa pulang . Kegirangan mereka dihentikan seketika oleh suara yang tentunya mengejutkan ketika diteriakan, “ toloong!!.. tolong!!.. “ putu mencoba mereka ulang teriakan yang menggetarkan hatinya itu. Dengan sigap, bak superman, ia seperti telah menyatu dengan inisiatif dan melesat berenang menolong seseorang yang dari jauh sudah tinggal kelihatan tangan saja ditelan oleh laut, adegan saling rampas antara putu dan lautpun  begitu menabjubkan dan berlangsung cepat. Tak lama, putu telah membawa balik orang itu yang ternyata adalah seorang wanita yang tidak mau disebutkan namanya. Ia adalah anak dari kepala RT setempat, yang kebetulan sedang bermain di pantai dengan adiknya dan tidak sengaja dibawa oleh ombak menuju antara pantai dan lautan. Kalau saja bukan karena putu. Semburan asap putih dari rokok sampoerna sempat menghentikan cerita dari putu, mimik mukanya tampak berubah ketika melanjutkan ceritanya. Aksi heroiknya menjadikan ayah dari wanita itu,pak RT, untuk berkeinginan membalas budi dengan bersedia untuk memberikan anak gadisnya itu sebagai istri putu , dengan cepat putu langsung menolak tawaran itu. tanpa berpikir panjang memang sudah sepantasnya ia menolak tawaran seperti itu, dengan melihat hidupnya yang masih dalam status mahasiswa dan terlebih lagi karena tawaran itu ada atas kejadian seperti itu. yang lebih unik lagi adalah ketika putu menolak tawaran itu, ketua RT tersebut  malah marah dan mengancam putu beserta kawan-kawannya. Ia tidak mau lagi melihat wajah mereka lagi di garis pantai itu, di tempat bertemunya lautan dan daratan yang bercumbu mesra menjadikannya indah tak terlukiskan yang tidak rela untuk ditinggalkan. Setelah perang kata-kata, Obrolan pun dihentikan oleh Putu, mungkin karena segan dan hormat kepada orang yang lebih tua, atau mungkin karena memang tidak tahu harus merespon seperti apa atau juga karena memang sudah sangat bingung dengan sikap pak RT tersebut. Mereka, termasuk Putu pergi meninggalkan pantai Karimun Jawa sore itu, senja yang tak tahu apapun tentang kejadian itu hanya bisa menenggelamkan diri sesaat sebelumnya mampir sebentar diatas garis laut yang begitu tipis dengan langit.

Begitulah , bagaimana putu dengan segala sikap dan tindakannya yang selalu menarik dan menembus konvensionalitas kehidupan manusia sekarang serta bagaimana semesta menjawab tindakannya dengan cara yang unik. Kini kejadian itu menjadi bahan renungan baginya, memberikan pelajaran baru baginya, entah dalam hal apa, itu adalah penantian baginya. Putu pun kembali tenggelam dalam kepulan asap rokoknya, seperti biasa, Terlihat tenang, tapi tidak di pikirannya.

 

Zulfikri Mokoagow

15208064

Ditandai:
Posted in: feature