Pembangunan Gedung SBM Semakin Dekat

Posted on Desember 16, 2012

0


Tak seperti biasanya di hari Jum’at 14 September 2012 lalu beberapa mahasiswa nampak berada di kantor Rektorat Annex, Jalan Tamansari, Bandung. Di dalam rombongan mahasiswa tersebut ternyata mereka adalah beberapa pihak perwakilan unit-unit kegiatan mahasiswa yang menempati gedung EX-MKOR ITB beserta perwakilan kabinet KM ITB hendak rapat bersama Direktorat Pengembangan dan beberapa pihak lain dari kampus. Undangan yang mendadak lewat twitter @advokasiKMITB menimbulkan tanda tanya besar, ada apakah dengan gedung EX-MKOR?

Pertemuan itu rupanya membahas masa depan gedung EX MKOR yang masuk dalam rencana pembangunan gedung SBM. Perlu kita ketahui bahwa isu pembangunan gedung SBM yang dalam rencananya akan menggusur daerah EX-MKOR sudah pernah muncul tahun 2009 silam. Namun hasilnya ternyata hingga saat ini sudah lebih dari 3 tahun isu tersebut bergulir, tidak ada keputusan apapun terkait pembangunan yang telah direncanakan tersebut.

Pertemuan tersebut dimulai dengan pengantar oleh Pak Rudi dari Direktorat Pengembangan yang tempo hari sudah berbicara dengan pihak SBM. Menurut penuturannya, SBM ITB akan menerima kucuran dana kurang lebih 1,5 juta dollar dari PT Freeport Indonesia. Tak hanya SBM, ternyata FTTM sendiri juga dijanjikan nilai yang sama oleh Freeport Indonesia untuk membangun gedung FTTM.

Namun sebenarnya, untuk pembuatan gedung FTTM sendiri sudah didanai langsung oleh pemerintah sehingga pihak SBM juga sedang mencoba negosiasi supaya dana bantuan untuk pembangunannya bisa dialihkan lagi ke SBM. Perlu kita ketahui juga, dana yang dibutuhkan SBM untuk pembangunan gedung barunya sekitar 60 miliar rupiah. Jadi sebenarnya SBM membutuhkan dana sekitar 6 juta dollar.

Sejauh ini secara prisipil dirut Freeport telah menyetujui permintaan SBM ITB terkait 6 juta dollar tersebut. Hanya saja persoalan izin turunnya dana tersebut menunggu dari Freeport Internasional (?) yang wewenangnya lebih tinggi mengingat dana bantuan yang diminta lebih dari 5 juta dollar. Jadi secara pendanaan sebenarnya SBM ITB tetap optimis dalam rencana pembangunan gedung abru mereka ini.

Berawal dari situ, pihak direktorat pengembangan dari ITB mencoba menginisiasi perihal penataan ulang unit kegiatan mahasiswa yang lokasinya berada di gedung EX-MKOR yang dalam rencana pembangunan gedung baru SBM masuk dalam konteks ‘tergusur’. Beberapa informasi penting di sampaikan di sana.

Masih berdasarkan penuturan Pak Rudi paling cepat proses penandatanganan kesepakatan SBM dengan Freeport akan berjalan mulai 2013. Proses sampai siap pembangunan juga paling cepat masih dua bulan. Jadi dari waktu itu sampai waktu tercepatnya pun paling tidak masih ada waktu 6 bulan lagi. Jadi pada waktu itulah bagi kita untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Maka dari itu, relokasi terhadap aktivitas unit kegiatan mahasiswa di gedung EX-MKOR sebenarnya sudah menjadi keniscayaan. Adapun beberapa unit kegiatan mahasiswa yang harus siap-siap pindah antara lain Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB, Maha Gotra Ganesha, Unit Kebudayaan Melayu Riau ITB, Studi Teater Mahasiswa ITB, Boulevard ITB, Keluarga Mahasiswa Hindu ITB, Paduan Suara Mahasiswa ITB, dan masih banyak lainnya. Dari sekian banyak unit kemahasiswaan di atas, Kokesma ITB yang sebenarnya paling dirugikan mengingat dua unit usaha mereka, Tokema dan KBL berada di gedung yang sama.

Dari pihak SBM sendiri sudah merencanakan akan mengeplot tempat setelah pembanguan selesai, kepada unit kegiatan mahasiswa yang tadinya berada di gedung EX-MKOR untuk kembali pada gedung tersebut. Namun yang jadi masalah, bagaimana nasib dari unit kegiatan mahasiswa pada waktu proses pembangunannya?

Begitu ditanya kepada direktorat sarana dan pra sarana, Pak Slamet menjawab : Belum ada rencana alokasi tempat untuk untuk relokasi sementara bagi unit-unit kemahasiswaan yang menjadi penghuni EX-MKOR ini. Untuk jangka waktu enam bulan, ITB pun tidak punya rencana relokasi sementara. Dengan ini bisa kita ambil pandangan, unit-unit kegiatan kemahasiswaan yang bertempat di EX-MKOR terancam penggusuran.

Sementara candaan dari Pak Rudi justru membuat anak-anak EX-MKOR semakin was-was, “kalau di Ganesha sudah tidak ada tempat, ya pilihan lain hanya pindah ke Jatinangor”. Apakah mungkin aktivitas kemahasiswaan dipisahkan dari jarak sejauh Ganesha-Jatinangor?

Tentu kita berharap banyak, pihak sarana dan prasarana segera menemukan solusi relokasi sementara dan pihak SBM ITB benar-benar menepati janjinya akan mengembalikan unit-unit kemahasiswaan pada tempatnya kelak setelah pembangunan gedung baru mereka selesai. Bagaimana pun unit kegiatan mahasiswa juga sarana penunjang pengembangan karakter bagi generasi masa depan Indonesia.***

 

12809025

Thoriqul T3 Feature

Ditandai:
Posted in: feature