Mahasiswa Lulus, Mencari Pekerjaan atau Memberikan Pekerjaan ?

Posted on Desember 16, 2012

0


Mahasiswa yang kata kebanyakan orang merupakan harapan bangsa untuk lebih maju kebanyakan bimbang jika lulus dari perguruan tingginya. Kebimbangan tersebut dikarenakan memilih tempat dia bekerja dengan modal hasil jerih payah mereka yang berupa ijazah kelulusan. Kebanyakan dari mereka bimbang akan berapa gaji yang akan dia dapat di tempat kerjanya, suasana kerja yang akan dihadapinya, dan masa depan mereka jika mereka memilih suatu perusahaan. Berbeda sekali dengan Dera, seorang mahasiswa elektro Institut Teknologi Bandung, yang sedang memulai bisnis dekorasi dan souvenirnya yang berbasis lampu LED ( Light Emitting Diode ). Ia mempromosikan bisnisnya yang baru mulai dua bulan tersebut pada salah satu stand pameran kewirausahaan mahasiswa dalam rangka acara bursa kerja ITB Integrated Career Day, di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (14/10). Bursa kerja yang menyediakan lowongan pekerjaan dari berbagai bidang pendidikan itu, berlangsung hingga Minggu (16/10). Ribuan pengunjung yang datang adalah rata-rata mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang baru lulus dan belum mendapat pekerjaan.

            Para pencari kerja tersebut memadati berbagai stand perusahaan untuk sekedar mencari informasi ataupun mendaftarkan formulir aplikasi untuk bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Dapat dilihat di bursa kerja tersebut mahasiswa lebih memadati perusahaan tertentu dari yang lain. Contohnya saja, stand perusahaan Antam, Schlumberger, dan Chevron lebih dikerumuni pengunjung. “Saya rela ngantri di stand ini karena perusahaan ini terkenal karena gaji yang besar dan profesionalitas yang tinggi”. Ujar Kevin, seorang mahasiswa yang lagi mengantri bersama puluhan orang lainnya di stand Schlumberger. Berbeda sekali dengan stand pameran kewirausahaan mahasiswa yang disediakan, sangat sepi pengunjung.

Urutan pertama hal yang dipentingkan dalam memilih pekerjaan rata – rata ternyata adalah gaji yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Tentu hal tersebut lumrah karena mahasiswa yang telah bersusah payah kuliah sekitar 4 tahun dan mendapat ijazah kelulusan merasa harus mendapat balik modal dari kerja kerasnya selama bertahun – tahun tersebut. Jarang sekali mahasiswa yang mempunyai idealisme setelah lulus untuk menerapkan ilmunya sehingga dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Perguruan tinggi sekarang cenderung menjembatani antara perusahaan dengan para pencari pekerjaan. Bisa dikatakan bahwa perguruan tinggi adalah bursa kerja itu sendiri. Program studi yang telah disediakan seolah – olah seperti penentu karir pekerjaan mahasiswa.

Lantas kenapa mahasiswa – mahasiswa pencari kerja itu tidak berusaha mengembangkan ilmunya sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri ? Itu kemungkinan disebabkan karena memang sejak awal kebanyakan mahasiswa masuk perguruan tinggi dan memilih program studinya karena ingin bekerja sesuai bidang yang dipilihnya. Hampir tidak ada mahasiswa yang memilih jurusannya dengan niat menyediakan lapangan pekerjaan sesuai bidangnya.

Mahasiswa yang mempunyai niat dan usaha seperti Dera sangat jarang. “Wah, kalau gue lulus, gue pingin fokus ke bisnis ini aja.” Jawab Dera setelah dia ditanya apakah ingin kerja setelah lulus dari ITB. Dera seolah – olah seperti melawan arus umum mahasiswa kebanyakan. Memang sulit mengubah jalan pikiran mahasiswa pencari kerja yang memang sudah sejak awal menjadi mahasiswa karena ingin mendapatkan pekerjaan. Mahasiswa yang kata orang harapan bangsa dan merupakan bagian masyarakat yang mendapatkan pendidikan lebih tinggi dari yang lain seharusnya menjadi pengubah bangsa, bukan menjadi yang diubah. Merekalah yang seharusnya yang memberi makan, bukan yang diberi makan.

 

Hazmanu Hermawan Yosandian

12009008

Teknik Geologi

 

Ditandai:
Posted in: feature