Kopi Nusantara Sumber Inspirasi Zulfikri Mokoagow

Posted on Desember 16, 2012

0


 Suara seruputan kopi terdengar nyaring sembari ia menggoreskan ujung penanya di atas buku sketsa kesayangannya. Raut mukanya terlihat sangat tenang dan menikmati cita rasa kopi itu. Dibuka dengan senyuman lebar, Zulfikri menceritakan tentang kecintaannya terhadap kopi terutama kopi produk nusantara.

            Lelaki berumur 22 tahun yang berasal dari Kota Mobago, Sulawesi Utara ini sekarang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Arsitektur di Institut Teknologi Bandung. Bakatnya terhadap seni sudah terlihat dari kecil, dengan menjadi juara umum menggambar seprovinsi Sulawesi Utara ketika ia duduk di kelas 1 SD, mengalahkan saingan-saingannya yang lebih tua. Dan hari ini, siapa yang tidak mengenal Zulfikri Mokoagow ? anda jangan bilang tidak dulu, karena mungkin saja baju yang anda pakai adalah buah karya beliau. Ya, desainer baju muda berbakat ini sangat tenar di dunia maya. Banyak toko online ternama telah memakai jasanya, sebut saja threadless.com yang notabene merupakan situs online shop nomor wahid di dunia. Dan baru-baru ini threadless.com mengadakan voting untuk mengetahui siapa desainer baju favorit mereka, dan masyarakat dunia menempatkan Zulfikri di posisi nomor dua. Sunguh prestasi yang membanggakan.

Moko, begitu panggilan akrabnya, menceritakan rahasia dibalik karya-karya briliannya. “Rahasianya itu kopi dan rokok kretek.” kata Moko sembari tertawa lepas. Kopi dan rokok memang identik dengannya. Intensitas mengkonsumsi keduanya bisa dibilang berlebihan, untuk kopi bisa lebih dari 10 gelas perhari, dan untuk rokok bisa lebih dari 2 bungkus perhari. Moko menyadari bahwa kebiasaannya itu tidak baik dan harus perlahan dikurangi demi kesehatannya. Di ruang kerjanya banyak terpajang bungkus kopi dari berbagai macam merek. Ia sengaja memajangnya supaya ia tetap bisa teringat akan cita rasa dari kopi-kopi itu. Memang dari berbagai bungkus yang dipajang, ada beberapa merek yang terlihat asing, ternyata itu merupakan kopi yang hanya dijual di daerah pelosok di Indonesia, salah satu contohnya adalah kopi Munduk. Menurut fikri, terdapat filosofi tersendiri pada kopi dan itu bukan hanya terdapat ketika meminumnya tetapi juga pada proses mendapatkan kopi tersebut.

Libur semester lalu, menjadi salah satu momen berharga dalam hidupnya. Moko melakukan perjalanan ke daerah pelosok Gunung Kidul, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara untuk memenuhi hasratnya akan cita rasa kopi nusantara. Banyak pengalaman yang cukup unik yang ia dapat, misalnya ketika di daerah Munduk, Bali, ia harus menggunakan bahasa tubuh untuk membeli kopi karena penduduk yang ia temui tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia dengan fasih. Pengalaman yang tidak kalah asik ketika ia sedang menikmati secangkir kopi khas kepulauan Lombok di Gili Air, ia bertemu dengan sekelompok wisatawan asing dari Nigeria yang tiba-tiba mengajaknya untuk beradu music rap karena pada saat itu Moko sedang menggunakan baju yang bertuliskan “I love 50 cent”. Itulah filosofi pada proses yang dimaksud oleh Moko, ketika ia mencari kopi ke daerah-daerah pelosok, banyak budaya baru yang ia pelajari, banyak obrolan-obrolan yang ia lewati dari berbagai macam orang yang bisa ia jadikan pelajaran dalam hidup . “Lewat kopi kita bisa perlahan-lahan menambah luas kacamata nusantara kita” begitu tambahnya.

Moko memiliki mimpi. Ia tidak hanya ingin menjadi konsumen pasif saja. Namun ia juga ingin menjadi perantara, supaya orang-orang bisa tahu cita rasa kopi nusantara sesungguhnya. Ia juga ingin membuka sebuah kedai kopi, dimana didalamnya ramai tetapi tetap teratur, sambil menikmati secangkir kopi terjadi transfer ilmu dari satu orang ke orang lain dengan dibumbui canda tawa. Sehingga orang-orang akan pulang dengan senyuman dan membawa suatu hal baru yang bermanfaat. “Indah sekali pemandangan itu kalau jadi terwujud“ kata Moko sambil tersenyum. “Tidak ada salahnya kan kita punya impian, apalagi kalau impian itu membawa dampak positif” begitu tambahnya lalu menghabiskan tegukan terakhir pada cangkirnya diiringi lagu dari John Lennon yang berjudul Imagine.

Putu Nitya Nipuna

15208082 – Teknik Arsitektur

 

Ditandai:
Posted in: feature