Karena rem blong, sebuah truk melindas tiga bikers hingga tewas

Posted on Desember 16, 2012

0


Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Itulah yang dialami seorang supir truk  dan tiga orang bikers yang terlibat dalam kecelakaan tragis kemarin malam. Maksud hati ingin menghentikan truk karena rem blong dengan cara menabrak pohon, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Truk itu malah terbentur keras ke arah jalan, membuat supir truk terluka, dan menabrak tiga orang bersepeda motor hingga tewas seketika.

Tiga orang bikers atau pengemudi dan penumpang  itu tewas sekejap setelah sepeda motor Yamaha Mio dengan plat nomor D 5926 UO yang dikendarai berboncengan bertiga dilindas oleh sebuah truk  tronton yang bermuatan material besi. Kejadian tragis itu terjadi di jalan kolonel Masturi yang  menurun tajam di kota Cimahi pada waktu malam di hari Rabu, 10 Oktober 2012 kemarin. Para saksi mata di dekat tempat kejadian perkara banyak yang memperkirakan penyebab terjadinya kecelakaan itu adalah rem truk yang blong yang sampai membuat tiga orang yang bersepeda motor itu tewas seketika. Tentu saja, kejadian kecelakaan yang tragis itu sangat mengagetkan para warga yang ada dan tinggal di sekitar TKP (tempat kejadian perkara). Apalagi ketiga orang yang tewas itu adalah warga yang di tinggal di daerah dekat TKP yaitu di Kecamatan Cisarua.

Ketiga korban yang tewas itu diketahui sebagai warga Kampung Cipendeuy, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yaitu Yusuf Ginanajar (11 tahun), Mulyana (18 tahun), dan Yoyoh (50 tahun).  Di lain pihak, pengendara truk tronton tersebut adalah seorang warga Pandeglang,Banten, yaitu Asri yang berumur 32 tahun.

Dadang (30 tahun), salah satu saksi mata menceritakan kecelakaan tragis tersebut. Pada malam kejadian, ia melihat sebuah truk tronton yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cisarua menuju alun-alun kota Cimahi.  Ketika tiba di turunan tajam di depan restoran Alam Wisata Cimahi (AWC), truk itu mendadak oleng dengan semakin kencang dan langsung menabrak pohon di kanan jalan. Ia berpikir bahwa mungkin supir truk itu bermaksud menghentikan laju truknya dengan cara menabrakkan truknya ke pohon itu dan mengira usahanya akan berhasil. Namun, ternyata usaha si supir tidak membuahkan hasil dan malah  truknya terbentur keras. Bahkan, kerasnya benturan membuat truknya berbalik lagi ke jalur kanan jalan. Tragisnya, di saat bersamaan dari arah yang berlawanan, datang sebuah sepeda motor yang dinaiki oeh tiga warga di jalur yang sama dan membuat truk akhirnya menabrak dan melindas mereka beserta sepeda motornya.

“Benturannya sangat keras dan membuat truk terguling lagi ke jalan, menabrak motor, dan membuat supirnya terlempar, ke luar’’ ujar Dadang kemarin malam.

Kanitlaka Satlantas Polres (Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian  Resort) kota Cimahi, Iptu (Inspektur Satu) Mangku Anom pun menambahkan bahwa kejadian tragis yang terjadi jam 19.00 itu diduga karena rem truk yang blong. Akibatnya, saat truk itu melintasi turunan tajam di jalan Kolonel Masturi,kota Cimahi, si supir truk yang berusaha menghentikan laju truknya itu langsung membuat truk itu oleng, tidak terkendali, dan langsung menabrak pohon besar di kanan jalan, walaupun itu merupakan usaha si supir truk untuk menghentikan laju kendaraannya. Namun, usaha itu dilakukan pada waktu dan tempat yang tidak tepat dan disertai pula dengan sikap yang lalai dan panik dari si supir truk.

“Kemudian, truk yang sudah terbentur keras ke jalan langsung menabrak sebuah sepeda motor berpenumpang tiga orang yang lewat bersamaan di jalur jalan itu. Akibatnya ketiga penumpang sepeda motor itu langsung tewas seketika. Mereka adalah Mulyana yang tertabrak truk, Yusuf Ginanjar yang tertimpa pohon, dan Yoyoh yang tergencet truk.,” kata Mangku Anom ketika dihubungi wartawan kemarin malam.

Selain itu, ia pun menambahkan bahwa ketiga korban yang tewas itu langsung segera dibawa ke RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat)  Hasan Sadikin, kota Bandung. Di lain pihak, si supir truk yang mengalami luka di kepalanya dibawa ke RS Cibabat. Namun, pada akhirnya, si supir langsung dirujuk juga ke RSUP Hasan Sadikin, kota Bandung.***

 

 

Ariesta Rakhmat Isfandito

10409022

Mikrobiologi ITB

Ditandai:
Posted in: feature