BISMA INDOFOOD LEADERSHIP CAMP IV ON ACTION IN SMA BINA SISWA RIAU

Posted on Desember 16, 2012

0


Mendidik adalah kewajiban setiap orang terdidik, kalimat ini mungkin sudah tidak asing lagi didengar oleh kita semua, kewajiban menuntut ilmu setinggi langit merupakan impian seorang terdidik untuk mendidik orang lain menuju kehidupan yang lebih baik. Sesuai dengan cita cita Negara Indonesia yang terjabar dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Suatu harapan dan mimpi para pendahulu untuk mencerdaskan bangsa ini dari segala macam bentuk penjajahan. Untuk itulah Indofood membekali para mahasiswa dengan acara Pelatihan Indofood Leadership Camp, turun ke lapangan sebagai kontribusi nyata memahami permasalahan pendidikan yang ada.

Dibekali kepemimpinan, profesionalisme, kemandirian, dan sikap pantang menyerah, 41 siswa dari 11 Universitas di seluruh Indonesia tergabung dalam Beasiswa Indofood Sukses Makmur yang bekerjasama dengan Karya Salemba Empat ( KSE ) mendapatkan beasiswa Indoofood Leadership Camp IV batch 4 di Kayangan Estate, Riau. ITB, UI, UGM, ITS, UNPAD, IPB, UNAND, USU, UDAYANA, UNDIP, dan UNSRAT berkontribusi menjadi satu untuk Indonesia yang lebih baik. Perjalanan Leadership ini tidaklah mudah, mereka adalah calon calon leader yang telah lolos seleksi dari camp camp sebelumnya yaitu batch 1 & 2  yang dilaksanakan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah dan batch 3 yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat.

Pada tanggal 18 Oktober 2012, 41 mahasiswa yang tergabung menjadi satu dalam Bisma Indofood Leadership Camp Batch 4, melakukan kontribusi nyata ke SMA Bina Siswa, Kayangan Estate, Riau kelas 1, 2, 3 untuk berbagi inspirasi dan motivasi menuju kehidupan yang lebih baik. Acara yang dimulai pukul 09.00 – 12.00 WIB berlangsung seru dan interaktif. Disambut ramah oleh Kepala Sekolah SMA Bina Siswa, siswa siswi pun tak kalah antusias menyambut kedatangan para leader masa depan ini.

Acara pun berlangsung seru, materi yang diberikan pun berbeda beda, untuk kelas 1 atau kelas X dan kelas XI, materi yang dibagikan adalah tentang mengejar mimpi untuk berprestasi, motivasi sekolah, kesehatan reproduksi, games interaktif, dan pengetahuan tentang miksroskop. Sedangkan materi untuk anak kelas XII adalah materi untuk melanjutkan kuliah dan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa, persiapan ujian nasional, dan motivasi untuk berprestasi.

Untuk kelas X dan XI ditekankan untuk mempelajari mikroskop dan kesehatan reproduksi. Maklum, di daerah ini mikroskop adalah alat yang bisa dibilang langka. Bahkan untuk sekelas Sekolah Menengah Atas, jumlah mikroskop yang dipunyai SMA ini hanya berjumlah 20 alat. Sedangkan untuk kesehatan reproduksi sendiri ditekankan agar para siswa siswi hati hati dalam bergaul terutama pergaulan bebas. Tahun kemaren menurut mas Effendi salah satu pemerhati pendidikan di daerah Kayangan Estate ini 4 pasangan mengundurkan diri dari sekolah karena hamil diluar nikah.

Daerah kayangan Estate adalah suatu daerah perkebunan kelapa sawit yang jauh dari kota, proses belajar mengajar pun masih secara tradisional. Pengetahun komputer dan mikroskop sangat minim disini. Keterbatasan fasilitas dan sarana belajar mengajar mempengaruhi kegiatan belajar mengajar mereka. Bahkan menurut Kepala Sekolah SMA Bina Siswa, beberapa siswa mereka banyak yang tidak melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, yaitu kuliah. Untuk itu para leader BISMA ini dituntut kontribusinya dalam pengabdian masyarakat, terutama mengatasi masalah “kegalauan” para remaja dalam proses belajar mengajar. Untuk sharing dan developing para siswa siswi SMA Bina Siswa agar lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan.

Para mahasiswa yang tergabung disini terdiri dari berbagai macam jurusan keilmuan, sebut saja Martinus, Kedokteran Hewan UGM, 2008, yang bekerjasama dengan Neneng, Ilmu Keluarga IPB, 2008, dan Yunus, Teknik Mesin ITB, 2010. Mereka bertiga mengajar kelas XI IPS. Pertama mereka membuat games interaktif dengan membuat piramida dengan sedotan. Piramida yang menang adalah piramida yang susunannya paling tinggi. Acara pun berlangsung seru,  mereka diajarkan untuk saling bekerjasama dan saling memahami sifat satu sama lain. Kemudian setelah dilakukan games interaktif mereka disuruh mengutarakan mimpi mimpi mereka di masa datang. Ada yang ingin jadi ahli ekonomi, ada yang ingin jadi akuntan, jadi bupati dan lain lain. Yang ketiga mereka diberi renungan kehidupan, apa yang mereka lakukan sejak kecil hingga saat ini, dan untuk siapa mereka hidup. Di interaksi ini banyak sekali siswa atau siswi yang meneteskan air mata. Kemudian acara terakhir ditutup dengan penjelasan kesehatan reproduksi oleh Errick, Mahasiswa Kedokteran, USU (Universitas Sumatera Utara), 2009.

Di kelas 3 pun tak kalah serunya, dimotori oleh Rizky Maulaya, Ilmu Teknologi Pertanian, IPB 2008, siswa siswi kelas 3, disemangati akan peluang kuliah, apa yang didapatkan sebelum dan sesudah kuliah, kenapa harus kuliah, dan tips and trick menghadapi ujian nasional. Di akhir acara, seluruh leader BISMA berkesempatan untuk foto bareng dengan para guru SMA Bina Siswa.

Keterbatasan suatu fasilitas kadang kadang mempengaruhi proses belajar mengajar suatu sekolah. Tapi keterbatasan itu tak mempengaruhi mimpi dan semangat anak muda yang merancang peradaban untuk kesejahteraan negeri ini. The winner never excuse. Suatu pengabdian yang tulus untuk ibu pertiwi dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Bisma Leadership Camp adalah suatu program terobosan baru yang terstruktur dan tersistemisasi dalam pelatihan kepemimpinan. Suatu kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih baik. Bukankah manusia itu diciptakan untuk saling memberi manfaat bagi orang lain? Wahai para pemimpin ditunggu aksi selanjutnya wahai para mahasiswa. J (apw)

 

ARIF PANDU WINARTA/ FISIKA 10209009

Ditandai:
Posted in: feature