BAGIMU PERSIB, JIWA RAGA KAMI

Posted on Desember 16, 2012

0


“Biarkan Permusuhan Ini Tetap Abadi”. Begitu bunyi spanduk yang dibentangkan oleh dua suporter Persib bulan Juli silam. Kala itu Persib sedang menjamu Persidafon di Stadion Siliwangi Bandung. Pernyataan itu seakan disepakati oleh suporter seisi stadion saat seorang suporter lain berbaju biru yang hendak merebut spanduk itu dilempari botol air mineral.

Kurang lebih satu bulan sebelumya, Rangga Cipta Nugraha, salah seorang suporter persib meninggal dikeroyok oknum suporter Persija kala Persib bertandang ke Stadion Gelora Bung Karno di akhir bulan Mei. Rangga merupakan satu dari tiga korban yang tewas akibat pengeroyokan saat itu.

Rivalitas dalam dunia sepakbola memang selalu seru untuk disimak. Misalnya bagaimana laga El-Classico selalu jadi pusat perhatian penggemar sepakbola seluruh dunia. Rivalitas tim ibukota Spanyol, Real Madrid, dan tim sepakbola catalunya, Barcelona. Bahkan pelatih Real Madrid saat ini, Jose Mourinho pernah mengatakan dunia seakan berhenti ketika Madrid bertanding dengan Barcelona. Tak kalah seru juga laga-laga derby, yakni pertandingan antar klub-lub sekota. Seperti London yang memiliki klub sekaliber Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspurs. Juga Manchester dengan Manchester United dan Manchester City.

Begitu pula di Indonesia, sepakbola tak pernah lepas dari rivalitas. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah perseteruan antara Persib dan Persija. Laga-laga antara “Maung Bandung” dan “Macan Kemayoran” memang selalu berjalan alot dan sarat emosi. Tak hanya di atas lapangan, rivalitas ini juga menjalar sampai perseteruan kedua suporter. Bahkan tak jarang aksi-aksi anarkis oknum suporter menelan korban jiwa.

Tak hanya di dunia nyata, dukungan bagi kedua klub di dunia maya pun cukup tinggi. Salah satu situs survey, TheTopTen mencantumkan Persib di urutan pertama dalam kategori Best Football (Soccer) Clubs in the World, mengalahkan Barcelona, Real Madrid, dan Manchester United.

Perseteruan Bobotoh atau Viking (sebutan untuk suporter persib) dan The Jak atau Jakmania (sebutan untuk suporter Persija) sendiri memang terkenal alot dan emosional. Sudah sejak lama kedua kubu ini saling bermusuhan, dan permusuhan itu seakan-akan menjadi warisan turun-temurun. Tak perlu heran jika kita melihat anak-anak kecil di Bandung mengucapkan “The Jak anjing” seraya mengacungkan jari tengah apabila mendengar atau melihat kata ‘Persija’, begitupun sebaliknya.

Namun sayang, hingar bingar rivalitas sepakbola terkadang harus diwarnai dengan insiden-insiden yang melibatkan nyawa disebabkan oleh aksi-aksi anarkis sekelompok oknum suporter. Sudah tak asing lagi pemandangan rusaknya infrastruktur, atau kendaraan umum yang penyok-penyok di Bandung apabila Persib sedang menggelar pertandingan. Tak peduli apapun hasil pertandingannya, para oknum suporter ini kerap melakukan tindakan anarkis yang selalu meresahkan warga.

Apabila kita kembalikan kepada definisi awalnya, suporter, berasal dari serapan kata dalam bahasa inggris, yakni supporter. Menurut Oxford English Dictionary, supporter adalah ‘a person who is actively interested in and wishes success for a particular sports team’. Dalam bahasa Indonesia berarti seorang yang tertarik dan mengharapkan kesuksesan bagi kelompok olahraga tertentu. Melihat dari definisi tersebut, rasanya kurang pantas apabila seorang suporter sampai melecehkan tim lain dengan mencaci maki, atau bertindak anarkis.

Kelompok-kelompok suporter sebaiknya mulai berbenah dalam pengorganisasian dan pendataan anggota, sehingga bisa meminimalisasi adanya ‘oknum-oknum’ yang dapat mencemari nama baik kelompok suporter. Selain itu adanya media yang menjadi penghubung antar suporter dan klub juga harus dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya sekedar menginformasikan berita terbaru, namun juga mengedukasi para suporternya. Harapannya tidak lain tidak bukan adalah untuk perkembangan dunia sepakbola dan persuporteran.

Pencerdasan dalam dunia persuporteran sepakbola Indonesia adalah harga mutlak. Diperlukan pembentukan mental sportif dan legowo dalam menyikapi hasil pertandingan di lapangan, sehingga perseteruan dua klub rival yang sedang bertanding cukup berlangsung di lapangan saja. Tidak melebar kemana-mana, apalagi sampai merusak infrastruktur dan merenggut nyawa orang lain.

Begitulah, sepakbola memang tidak pernah habis untuk dibicarakan, apalagi di Indonesia. Di tengah tarik-tambang kepentingan kepengurusan antara PSSI dan KPSI, ditambah dengan adanya dualisme liga. Persoalan suporter tak pernah lepas dari kultur sepakbola yang berkembang di Indonesia. Beberapa orang bahkan dengan tegas membandingkan klub-klub sepakbola ini dengan agama. Meskipun begitu, suporter tetap merupakan bagian penting dalam dunia sepakbola Indonesia. Hidup Persib, forza Timnas, maju terus sepakbola Indonesia!

 

(Hizbulloh H K / 13308035)

 

Daftar Pustaka

http://bola.kompas.com/read/2012/07/02/19062750/Spanduk.Permusuhan.Diedarkan

http://bola.inilah.com/read/detail/1912914/dunia-berhenti-berputar-saat-el-clasico-digelar

http://www.the-top-tens.com/lists/best-football-soccer-club.asp

http://www.whatpopular.com/Football-Teams

Oxford English Dictionary

Ditandai:
Posted in: olah raga