MAHASISWA ITB MELEK RISIKO

Posted on Oktober 4, 2012

0


BANDUNG, itb.ac.id – Divisi Keprofesian Mahasiswa Teknik Industri (MTI) ITB  bekerja sama dengan Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) mengadakan seminar “Risk Management” di ruang Auditorium Campus Center Timur ITB  pada hari Jumat (21/09/12). MSIG yang merupakan sebuah perusahaan professional yang telah berkecimpung dalam dunia asuransi diharapkan dapat memberikan penjelasan dan gambaran yang sesuai mengenai risiko dan cara terbaik dalam penanganan risiko. Seminar ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa itb dari berbagai jurusan seperti teknik informatika, matematika, fisika, astronomi, dan sebagainya.

Seminar ini menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai pengantar.  Acara ini dimoderatori oleh mantan Ketua Program Studi Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri, Dr. Tota Simatupang, dan diisi oleh pembicara Akihiko Kawakumi, Direktur Finansial PT MSIG Indonesia ini, Chong Peng Yeo dari Interisk Asia, Nova Natalia, Claim Motor Manager PT MSIG Indonesia, serta Bambang Soekarno, Direktur PT MSIG Indonesia.

Sesi pertama diisi oleh Akhiko Kawakumi, dia menjelaskan tentang pentingnya asuransi untuk menghadapi ketidakpastian risiko yang bisa diterima oleh semua orang dan membahas profil  PT. Asuransi MSIG Indonesia.

Sesi kedua, Nova Natalia menjelaskan tentang konsep risiko, hazard, manajemen risiko, jenis-jenis asuransi dan berbagai jenis usaha yang dilakukan oleh perusahaan asuransi. Menurut Nova risiko adalah keadaan yang tidak pasti tentang kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat menimbulkan akibat berupa kerugian (loss), atau dalam bentuk tidak rugi tetapi tidak untung (breakevent). Dia juga menjelaskan bahwa pengendalian risiko dibutuhkan untuk mencegah atau memperkecil kerugian atau sebagai alat perencanaan sebelum terjadi kerugian. Pengendalian risiko bertujuan untuk memperkecil biaya risiko total dan menjamin kelangsungan hidup organisasi. “Avoiding risk is easy, but managing risk is profitable” tutup Nova diakhir sesi kedua.

Sesi ketiga, Bambang Soekarno  menjelaskan proses reinsurance yang dilakukan perusahaan asuuransi ke perusahaan asuransi lainnya untuk mencegah terjadinya kerugian disaat terjadi great loss dari operasi perusahaannya. Menurut Bambang hal ini perlu dilakukan untuk membagi risiko yang didapat dari pengguna asuransi, khususnya pengguna yang nilai asuransi sangat besar seperti perusahaan perkapalan, penerbangan, pabrik internasional, dan sebagainya.

Sesi keempat Chong Peng Yeo menekankan pentingnya membangun sebuah bisnis yang kontinyu dengan manajemen risiko yang bijaksana. Bisnis kontinyu membutuhkan manajemen yang baik.

Langkah pertama dalam membuat manajemen yang baik adalah  perencanaan (plan) yaitu menentukan kebijakan bisnis, objektif, target, control, proses dan prosedur yang sesuai untuk meningkatkan bisnis untuk memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Langkah kedua adalah melakukan (do), yaitu mengimplementasikan dan mengoperasikan perencanaan yang telah dibuat.

Langkah ketiga adalah peninjauan (check), yaitu  proses memonitor dan menilai kinerja dari bisnis, setelah itu menentukan tindakan yang harus diambil seperti memperbaiki atau mengembangkan tindakan yang telah dilakukan untuk membuat bisnis kontinyu.

Langkah keempat adalah beraksi (act) yaitu menjalankan program  perbaikan atau pengembangan yang telah di putuskan dari hasil peninjauan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal untuk keberhasilan bisnis kontinyu. “always remember to plan-do-check-act in your business” tutup Chong.

Seminar ini diakhiri dengan sesi Tanya-jawab dari peserta seminar dengan pembicara, peserta yang beruntung mendapatkan hadiah dari PT. Asuransi MSIG Indonesia.

“Mudah-mudahan seminar ini dapat memberikan penjelasan dan gambaran yang sesuai dengan penanganan risiko ditengah pertumbuhan bisnis pada para peserta. Selain itu, kami juga berharap para peserta memperoleh deskripsi tentang penerapan ilmu-ilmu manajemen risiko dalam dunia professional” ucap ketua pelaksana seminar di akhir acara.***

 

Nike/ 10308015

Posted in: jurnalistik