Pembangunan Gedung Lab Uji Doping Memakan Biaya 20 Miliar

Posted on September 27, 2012

0


Setelah Wisma Atlet, Kemenpora mengadakan proyek pembangunan gedung laboratorium pengujian doping Indonesia.  Proyek senilai 20 miliar rupiah tersebut dibangun di atas tanah milik kampus ITB, tepatnya di depan Gedung Kuliah Umum Timur kampus ITB Bandung . Sekitar empat bulan lagi, gedung tersebut dapat digunakan, sebagaimana maksud pembangunan lab tersebut yaitu menguji apakah seorang atlet mengonsumsi zat-zat yang tergolong doping atau tidak.

Menurut penuturan Immanuel Sugiyono, selaku mandor dari perusahaan kontraktor, PT Sasmito, pemilihan tempat pembangunan proyek tersebut disebabkan posisi ITB yang strategis yaitu berada di kawasan Jawa Barat, sehingga mudah dijangkau oleh calon pengguna laboratorium dari kawasan barat(Sumatera, Kalimantan) maupun dari kawasan timur (Bali, Sulawesi, Papua).

Pembangunan gedung yang memakan lahan seluas setengah hektar tersebut sejauh ini masih terbilang lancar. Meski ketika siang hari pembangunan sedikit terhambat oleh aktivitas mahasiswa(ITB,red) yang lalu lalang.

Rencananya pembangunan gedung tersebut akan selesai empat bulan mendatang, dengan jumlah pekerja mencapai delapan puluh orang. Setelah sebelumnya melewati proses pengujian struktur tanah oleh konsultan perencanaan, PT Arkonin, dan pengujian bahan-bahan bangunan yang akan digunakan oleh laboratorium di ITB.

Meski pembangunan gedung laboratorium tersebut terletak di ITB, namun proyek tersebut merupakan proyek Kemenpora. Nantinya, setelah pembangunan gedung tersebut selesai, gedung tersebut akan diamanahkan kepada ITB dengan Direktorat Sarana Prasarana sebagai pengelola dan biaya maintenance atau perawatanakan ditanggung oleh Kemenpora.

Pipit Uky Vivitasari/10210063/Fisika

Posted in: jurnalistik