Targetkan Divisi I, HMIF Tunjuk Dua Pelatih Baru

Posted on September 25, 2012

2


Bandung. 28 April 2012 merupakan hari terkelam dalam sejarah tim Basket Putra Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) ITB. Perjalanan skuad asuhan head coach Adrian Edbert menuju Juara Ganesha Basketball Season (GBS) Divisi II kandas di babak semifinal melawan TERRA. Dalam evaluasi terakhir di dekat markas HMIF, usai memberikan wejangan Adrian menyatakan pengunduran dirinya di hadapan seluruh anggota tim dan alumni – menutup satu lembaran catatan perjuangan tim Basket Putra HMIF.  Untuk mengisi kekosongan tersebut, para petinggi tim sepakat untuk menunjuk tidak hanya satu – melainkan dua coach dari dua angkatan untuk meneruskan jejak yang telah ditinggalkan Adrian.

Dari beberapa nama yang sempat diprediksi massa sebelumnya, awal September kemarin HMIF secara resmi mengumumkan nama Agung Dwi Lambang dari jurusan Teknik Informatika angkatan 2008 sebagai salah satu dari dua coach terpilih. Agung menyatakan siap mengemban amanah ini meskipun ia masih aktif membela tim sebagai salah satu pemain inti.

Dalam salah satu sesi latihan rutin, coach Agung mengungkapkan bahwa dirinya optimis tim HMIF bisa memenangkan pertandingan PromDeg yang dijadwalkan Oktober mendatang. Kemudian untuk mewujudkan komitmen tersebut ia menegaskan perlunya perbaikan struktural dan pembagian tanggungjawab yang berimbang dalam jajaran pengurus. “Jadi tahun ini HMIF menunjuk dua pelatih sekaligus: saya yang bertanggungjawab mengatur latihan fisik dan stamina tim, sementara rekan saya yang akan melatih  kemampuan fundamental.”

Sampai saat ini, identitas pelatih kedua belum teridentifikasi. Coach Agung mengatakan bahwa rekannya sedang sibuk dengan aktivitas-aktivitas di dalam maupun luar kampus. Namun saat ditanya mengenai komitmen rekannya, coach Agung menjawab dengan yakin, “Rekan saya menjalankan amanahnya dengan baik. Dia selalu menyempatkan diri untuk berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan saya di luar waktu latihan. Tidak ada masalah.”

Rencana besar

Pada saat ditemui di lapangan basket B Sasana Olaraga Ganesha hari Rabu, 19 September lalu coach Agung menjabarkan rencana pelatihannya satu semester ke depan.  “Saya tidak ingin gegabah, jadi saya melakukan analisis kondisi dan potensi anggota tim terlebih dahulu sebelum menetapkan rencana latihan satu semester ini.” Menurutnya tim HMIF memiliki potensi untuk naik ke Divisi I, namun kurangnya koordinasi dan jam terbang membuat tim belum dapat mewujudkan harapan tersebut tahun lalu.

“Mulai sekarang, tim basket akan melakukan latihan minimal dua kali seminggu. Kalau dulu kan Cuma seminggu sekali, itupun terkadang dibatalkan karena jadwal yang terus berubah,” ungkapnya sambil memimpin pemanasan. Memang berdasarkan catatan tahun lalu, beberapa kali latihan tim yang dijadwalkan seminggu sekali terpaksa dibatalkan karena berbagai alasan seperti tugas besar, cuaca tidak mendukung, dan ketidakhadiran beberapa anggota. Ketika ditanya mengenai resiko kejadian sama terulang akan berulang dalam waktu mendatang, coach Agung menjawab dengan santai, “Saya percaya dengan komitmen dari anggota tim. Semua pemain menargetkan Divisi I, mereka juga siap untuk berlatih dan terus berkembang.”

Elemen kejutan dari tim HMIF

Tahun ini nampaknya tim HMIF mendapat berbagai elemen kejutan yang menambah kekuatan mereka. Selain sistem latihan dengan dua pelatih, semester ini mereka menerima rookie yang patut diperhitungkan dalam kancah GBS mendatang. Sebut saja Dion dari Teknik Informatika 2009, pemain posisi center dengan tinggi badan mencapai 1.97 meter.

“Tahun ini kami beruntung mendapatkan Dion di HMIF. Dion mengatakan kesediaannya mengikuti kontrak dan menyatakan komitmen untuk mengikuti latihan dan pertandingan sepanjang tahun,” tutur coach Agung.

Di akhir sesi latihan, Dion mengungkapkan harapannya dengan tegas. “Tim HMIF akan menjadi lebih kuat tahun ini.” Selain Dion, terdapat beberapa pemain baru yang turut memperkuat skuad tim HMIF – sebagian dari angkatan 2010, sisanya dari 2011. Sejauh mana tambahan skuad tersebut akan meningkatkan performa tim masih merupakan tanda tanya berhubung mereka belum memiliki catatan permainan resmi dari musim pertandingan sebelumnya.***

 

Akhiles L. Danny Sindra/135 09 063

Posted in: jurnalistik