Mahasiswa Kanazawa University Kembali Kunjungi ITB

Posted on September 25, 2012

0


“Dalam penerimaan ini, ada kejadian yang lucu, disaat Kordinator kemahasiswaan Dr. Indra Noviandri mengabsen tingkat berapa saja mahasiswa Kanazawa ini, ada seorang mahasiswa yang tertidur. Kemungkinan, yang bersangkutan mengalami kelelahan atau jetlag. Kemudian teman di sampingnya membangunkan dengan menepuk bahunya. Bangun dengan terkaget, sambil “mengumpulkan nyawa”, mahasiswa ini pun celingukan. Setengah sadar, tiba-tiba ia dipaksa mengacungkan tangan oleh teman di sampingnya, sebagai tanda diabsen. Raut mukanya yang masih mengantuk membuat seluruh mahasiswa yang hadir secara spontan tertawa kecil dengan tingkah lucunya.”

Sebanyak 18 Mahasiswa sains komputasi Kanazawa University yang berasal dari berbagai tingkat di program sarjana dan tahun pertama program magister, kembali berkunjung ke FMIPA ITB. Setahun lalu, universitas ini juga mengirimkan beberapa mahasiswanya. Lima diantaranya yang datang tahun ini, pernah datang pula di tahun yang lalu. Selama dua pekan, rombongan Kanazawa ini akan mengikuti rangkaian perkuliahan, cultural trip, dan kegiatan lain yang dirancang FMIPA.

Selama di ITB, para mahasiswa Kanazawa ini akan ditemani oleh mahasiswa sarjana FMIPA wakil dari himpunannya (Matematika, Kimia, Astronomi dan Fisika) untuk mengenalkan lebih dekat ITB, Kota Bandung dan kebudayaannya, serta membantu mahasiswa Kanazawa bila ada kesulitan.

Penerimaan secara resmi dilakukan di ruang rapat fakultas pada Kamis 13 September 2012. Hadir dalam penerimaan ini Dekan FMIPA Prof. Dr. rer. nat. Umar Fauzi, Kaprodi Fisika Dr. Euis Sustini, Koordinator kemahasiswaan Dr. Indra Noviandri, dan Kaprodi Sains Komputasi Dr. M. Abdulkadir Martoprawiro, serta dosen alumni Kanazawa Dr. Acep Purqon.

Dalam sambutannya, dekan menyampaikan ucapan selamat datang di Kota Bandung dan ITB. Beberapa hal yang sangat berbeda antara Indonesia dan Jepang, harus diperhatikan oleh para rombongan, utamanya cita rasa makanan antara Indonesia dan Jepang.

Makanan menjadi momok yang disoroti oleh Dr. Indra, beberapa mahasiswa yang datang tahun lalu, memiliki masalah dengan perutnya. Oleh karenanya, mahasiswa asing ini disarankan memilah-milah tempat makanan dan rasanya tidak terlalu pedas. Ia pun akan membekali para tamu ini dengan karbon aktif (norit) sebagai zat penyerap pengotor agar perut tetap “bersahabat”.

Dalam penerimaan ini, ada kejadian yang lucu, disaat Kordinator kemahasiswaan Dr. Indra Noviandri mengabsen tingkat berapa saja mahasiswa Kanazawa ini, ada seorang mahasiswa yang tertidur. Kemungkinan, yang bersangkutan kelelahan atau jetlag. Kemudian teman di sampingnya membangunkan dengan menepuk bahunya. Bangun dengan terkaget, sambil “mengumpulkan nyawa”, mahasiswa ini pun celingukan. Setengah sadar, tiba-tiba ia diminta mengacungkan tangan oleh teman di sampingnya, tanda diabsen. Raut mukanya yang masih mengantuk membuat Seluruh mahasiswa yang hadir pun secara spontan tertawa kecil dengan tingkah lucunya.

Pemaparan FMIPA secara singkat dan jelas, tidak lupa disampaikan. Dari mulai sejarah, struktur kurikulum, kolaborasi dengan berbagai universitas di luar negeri, para tamu special yang datang berkunjung, juga riset grup yang berada di lingkungan FMIPA. Salah satunya program double degree S2 Sains Komputasi ITB dengan Kanazawa University. Komputasi sains menjadi pilar ketiga dalam ilmu pengetahuan, selain teori dan praktik. Oleh karenanya, bidang ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan di masa kini.

Acara dilanjutkan makan bersama, ramah tamah dan beristirahat sejenak. Mahasiswa kanazawa selanjutnya diajak berkeliling kampus dan mengikuti kuliah khusus tentang nanoteknologi.***

Ihsan Budi Rachman/10508043/Kimia ITB

 

Posted in: jurnalistik