KKNT ITB 2012 Resmi Ditutup

Posted on September 25, 2012

0


Kuliah Kerja Nyata Tematik ITB 2012 akhirnya resmi di tutup oleh kepala Lembaga Kemahasiswaan di Cihurip pada hari Minggu 16 September 2012 lalu. Dengan hanya melibatkan beberapa dosen, peserta, dan panitia acara ini terlaksana dengan khidmat.

Akhirnya KKNT ITB 2012 resmi ditutup pada hari Minggu(16/9/2012). Kegiatan kuliah berbasis sosial kemasyarakatan yang pada tahun ini membantu mengembangkan potensi warga di pedalaman Garut ini resmi ditutup oleh Kepala Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung, Brian Yuliarto.

Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren RT 2 Desa Cihurip, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut ini dihadiri oleh seluruh warga Cihurip RT 1 dan RT 2 serta dari pihak ITB ada dari Lembaga Kemahasiswaan dan beberapa mahasiswa sebagai perwakilan peserta dan panitia.

Penutupan ini merupakan rangkaian akhir KKN Tematik ITB 2012 di Cihurip setelah 6 minggu aktivitas KKN di Cihurip, Garut pada bulan Juni-Juli tahun ini. Acara penutupan KKN Tematik ITB 2012 ini sekaligus menjadi ajang pamitan dari pihak ITB yang sudah bahu membahu bersama warga Cihurip dalam KKN ini mewujudkan kemajuan bersama warga Cihurip.

Acara penutupan ini berjalan khidmat, masing-masing pihak memberikan kesan dan pesannya kepada seluruh hadirin. Dimulai dari perwakilan warga memberikan pesan dan kesannya, dilanjutkan oleh ketua panitia KKN, Franky Djutanta sendiri memberikan laporan mengenai kegiatan apa saja yang sudah dilakukan serta pesan dan kesannya, terakhir oleh Bapak Brian Yuliarto selaku Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB memberikan sambutan, pesan dan kesannya. Acara selanjutnya adalah makan siang bersama dilanjutkan berkeliling kampung meninjau beberapa hasil kerja keras warga dan mahasiswa di KKN Tematik ITB 2012 ini.

“Kami mahasiswa berharap semua yang sudah dilakukan mahasiswa di sini bersama warga, bisa dikembangkan seterusnya oleh Bapak dan Ibu semua demi kemajuan desa ini,” pungkas Franky dalam pesan dan kesannya.

Kegiatan KKN Tematik tahun ini sendiri berfokus pada beberapa poin seperti pembangunan infrastruktur, kelistrikan, dan ekonomi yang dibagi lagi menjadi perikanan dan pengembangan usaha kecil dan menengah(UKM). Beberapa produk yang dihasilkan antara lain jembatan bambu, jaringan listrik mikrohidro, pembangkit listrik tenaga surya(PLTS) untuk sebuah ponpes di sana, beberapa kolam lele di bidang perikanan dan UKM Huriput yang bergerak dibidang pengolahan bahan pangan cihurip diolah menjadi jajanan khas.

Pada akhirnya, apa-apa yang sudah mahasiswa lakukan di sini harus dikembalikan lagi kepada warga Cihurip karena mahasiswa juga mempunyai tugas lain yang utama yakni belajar sesuai kurukulum ITB. “Kami mahasiswa berharap semua yang sudah dilakukan mahasiswa di sini bersama warga, bisa dikembangkan seterusnya oleh Bapak dan Ibu semua demi kemajuan desa ini,” pungkas Franky dalam pesan dan kesannya.***

Thoriqul Huda/12809025/Meteorologi ITB 2009

Posted in: jurnalistik