CISITU LAMA IV 19 B : KONTRAKANNYA AKTIVIS KAMPUS

Posted on September 25, 2012

0


Cisitu Lama (20/9/12). Lorong sempit nan sunyi menjadi syarat menuju sebuah rumah kontrakan berpagar hitam yang tak jauh dari  jalan utama Cisitu Lama. Jika berada di depannya, sekilas tak ada yang istimewa, parkir kendaraan tak ada, bentuk bangunan yang biasa dengan fasilitas biasa pula. Jika masuk ke dalamnya, terlihat sedikit kumuh, perabotan seadanya dan kurang tertata. Namun jika berkenalan dengan penghuninya, muncul inspirasi dan rasa kagum dari rumah kontrakan yang beralamat di Cisitu Lama gang IV 19B ini.

Cisitu Lama gang IV 19B mendadak melegenda setelah tiga dari duabelas mahasiswanya yang tinggal disana resmi menjadi ketua himpunan pada periode 2012/2013. Ketiganya adalah Teguh Wibowo (ketua Himpunan NYMPHAEA), Mahdi Karim (ketua HMP), dan Topan Eko Raharjo (Ketua HIMATIKA). Ketiganya tinggal bersama di rumah kontrakan tersebut sejak dua tahun lalu.

Uniknya rumah kontrakan tersebut tidak hanya melahirkan para pemimpin himpunan. Pejabat kampus lain juga lahir dari rumah kontrakan ini. Sebut saja Azka Mujiburrahman MA’09 (Pembina Gudep Pramuka ITB), Very Anggara FI’09 (Sekjend Eksternal HIMAFI), Edi Parlindungan FI’09 (Kadiv Kaderisasi HIMAFI), Widi Arfianto MS’09 (Senator HMM), Badawi SI’09 (Ketua IMSS 2012), serta Ach. Arbi EL’09 (mantan ketua UKB). Tak heran jika rumah kontrakan ini mendapat julukan “kontrakan aktivis”.

Kebersamaan kultural

Saat ditanya rahasianya, salah seorang penghuni yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan, “Tidak ada rahasia khusus, kesenangan individu pada kemahasiswaan menjadi kuncinya. Kebersamaan kultural yang dibangun selama tiga tahun ini secara tidak langsung saling memberi dukungan, diskusi-diskusi ringan sedikit banyak menambah wawasan diantara para penghuni kontrakan”.

Semangat beraktivitas individu ditambah dukungan moral dan wawasan ini diyakini menjadi kunci lahirnya para pejabat kampus itu.

Papan wacana

Keunikan lainnya yakni keberadaaan “papan wacana” di ruang tamu kontrakan. Papan ini merupakan dinding pembatas kamar yang dijadikan media sharing mimpi, baik mimpi individu maupun mimpi bersama penghuni kontrakan.

Mereka berkeyakinan bahwa mimpi itu harus ditulis dan dibagi. “Ditulis agar selalu diingat, dibagi kepada orang lain agar kita terlecut mengejarnya.” Jelas salah satu penghuni yang lain.

“Kami masih ingat waktu itu ada salah seorang dari kami yang menulisakan  Liburan Semester 5 ke Rinjani, 1 Januari 2012 melihat matahari terbit dari puncak Rinjani. Benar saja, selama tiga bulan kami menabung, 1 Januari 2012 benar-benar bisa melihat matahari terbit di puncak Rinjani.”

Kebersamaan untuk mereka tetap jadi prioritas. Meskipun berbagai kesibukan melanda para aktivis kampus ini. Namun mereka tetap meluangkan waktu untuk bercengkrama bersama.

“Kami memang sibuk dengan urusan masing-masing di kampus. Tapi kebersamaan nomor satu, selalu punya waktu bersama, ngobrol kesana kemari sambil nonton TV. Bagaimana tidak, kami sudah menganggap kontrakan ini mejadi rumah kedua kami.” Jelas penghuni yang tak mau disebutkan identitasnya.

TEGUH WIBOWO/10609015

 

Posted in: jurnalistik