Problematika Area Parkir Utara ITB

Posted on Maret 2, 2012

0


 

Oleh

Hani Septia Rahmi (10508061)


Bandung (Kamis 1/03/2012 10:30 WIB)−−Komersialisasi parikiran ITB yang dilakukan pada Desember 2010 memberikan komentar beragam dari para civitas akademik kampus gajah tersebut. Setelah program komersialisasi  berjalan kurang lebih satu tahun, bukannya semakin rapi dan teratur, namun yang didapatkan adalah kenyataan bahwa banyaknya para pengguna fasilitas ini yang mengeluh terbatasnya ruang yang ada untuk memarkirkan kendaraan mereka.

“ Terkadang motor saya sering dipaksain untuk muat disuatu blok parkir hingga rapat banget. Kadang saking rapatnya ada motor yang jatoh ketika ada orang yang mau keluar ”, ujar Fikri BE’10 salah satu pengguna parkiran utara Institut Teknologi Bandung.

Menurut pengguna kendaraan bermotor roda dua ini, ketika parkiran belakang −sebutan lain untuk lapangan parker utara ITB− mulai, motor-motor mulai dijajarkan untuk di tempat yang awalnya bukan ditujukan sebagai tempat parkir. Hal senada juga dilontarkan Mahdi EL’08 yang pernah menggunakan parkiran belakang ITB.  Menurut Mahdi yang ditemui diperpustakaan pusat ITB, kesulitan yang dialaminya bukanlah untuk masuk ke lahan parkir, tapi ketika menuju posisi parkir menggunakan motornya. Parkiran ITB yang terlalu penuh menyebabkan penumpukkan motor yang parkir disuatu tempat sehingga susah mengakses spot kosong.

Bukan hanya pengendara bermotor yang mengeluh tentang hal ini, Duwita (30), juga mengeluhkan kesulitan dalam mengakses jalan menuju kampus ketika melewati area pakiran. Terlalu rapatnya kendaraan dan banyaknya kendaraan yang diparkir ditempat yang bukan semestinya menjadi lahan parkir. Hal menyebabkan pejalan kaki merasa tidak nyaman  ketika menggunakan area parkir sebagai jalur alternatif masuk ke kampus.

Hal ini dibenarkan oleh Yunus, penanggungjawab area parkir utara kampus Institut Teknologi Bandung. Sejak seluruh area parkir ITB diserahkan kepada pihak swasta Desember 2010 jumlah kendaraan yang parkir di area parkir utara terus menerus meningkat. Menurut beliau yang kami temui di area parkir utara kampus mengatakan,  Antara bulan Agustus hingga Desember merupakan masa-masa saat area parkir utara mengalami overload. Diantara rentang bulan tersebut kampus ITB memiliki beberapa event penting seperti penerimaan mahasiswa baru, kaderisasi himpunan, serta wisudaan Oktober. Untuk menyiasati masalah overload ini, dilakukan penutupan.

“Parkiran hanya bisa digunakan ketika ada kendaraan yang keluar kalo ga ada maaf mas terpaksa parkir diluar”, ujar beliau.

Pada hari biasanya parkiran mengalami jam penuh sekitar pukul sembilan pagi hingga pukul duabelas. Adakalah sampai jam tiga sore motor-motor masih belum berajak meninggalkan area parkir. Selain itu, Yunus juga pernah menerima keluhan mahasiswa yang motor gores ketika parkir disana. Hal ini disebabkan faktor-faktor  seperti overcapacity sehingga ada beberapa motor terpaksa diparkirkan ditaman yang beralaskan tanah. Kondisi tersebut diperburuk ketika musim hujan, tanah menjadi becekdan motor mudah jatuh.

Yunus menambahkan area parkir utara sebenarnya bukanlah area parkir yang memadai. Disamping mengalami overcapacity juga bukan tempat yang rata karena kondisi tidak semua area parkir telah disemen dan bergelombang. Untuk kedepannya, Yunus tidak dapat memprediksikan apakah area parkir ini masih dapat menampung kendaraan roda dua milih mahasiswa-mahasiswa ITB yang lama ataupun mahasiswa baru ITB 2012.

“Semua itu tergantung dengan penerimaan mahasiswa barunya”, ujar Yunus menutup pembicaraan.***

Ditandai:
Posted in: lingkungan