MUSIM PEMILU DI ITB

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Rhisa Azaliah (10310020)

 

            Memasuki masa pergantian kepemimpinan beberapa organisasi, ITB dihujani beberapa pemilihan umum untuk mencari ketua yang ideal bagi organisasi tersebut.

            Bandung- Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang kegiatan kemahasiswaannya patut diberi pujian. Hal ini akibat dari kegiatan-kegiatan yang melingkupi kegiatan kemahasiswaan yang terlihat di ITB cukup aktif dalam menyikapi suatu masalah. Mulai dari masalah seputar kampus hingga masalah kenegaraan yang berefek langsung kepada masyarakat.

Memasuki bulan-bulan pemilihan ketua beberapa organisasi di ITB, kampus ini menjadi riuh akibat kampanye-kampanye di sana-sini. Pemilihan-pemilihan ketua tersebut melingkupi ketua unit, himpunan hingga yang sedang terjadi adalah pemilihan Presiden KM ITB (Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung). Euphoria pemilihan ketua organisasi-organisasi tersebut dapat terlihat dari penuhnya papan pengumuman oleh beberapa pister kampanye mereka.

Dari narasumber berbagai himpunan dan unit, beberapa yang telah melakukan pemilihan ketua himpunan diantaranya, HMTM (PATRA), KMSR, HMS, HMTRITON, HMME, HIMASTRON, HIMATIKA, dan masih banyak lagi, selain itu beberapa unit yang telah melakukan regenerasi pemimpin yaitu, ARC, URPA, Pramuka, UKSS, UKSU dan sebagainya. Selain pemilihan ketua himpunan dan unit, yang menjadi pusat perhatian sebagian besar masa ITB yaitu pemilihan presiden. Terdapat tiga calon presiden yang masih menjalani proses hearing per sektor wilayah hingga tadi malam (29/02/12).

Pada sistemnya, pemilihan ketua organisasi terdapat dua jenis, yaitu secara musyawarah dan pengambilan suara terbanyak. Jenis pemilihan tersebut biasanya mengecu kepada jumlah pemilih. Untuk yang memiliki pemilih yang banyak, biasanya digunakan sistem voting atau pengambilan suara. Pemilihan presiden KM ITB misalnya yang menggunakan sistem voting tersebut.

“Sistem pemilu KM ITB sudah cukup baik,” ujar Zamzam (Ketua Himastron) saat dilakukan wawancara.

Pemilihan ketua organisasi sudah sewajarnya dilakukan dengan sportifitas. Begitu pula yang selama ini dijalankan dalam kemahasiswaan di ITB. Karena inti dari sebuah persaingan adalah sportifitas.

“Penentuan kualitas hasilnya dari banyak faktor, bisa panitianya, calon-calonnya, masa kampus, serta dukungan dari ITB nya sendiri,” tambah narasumber.

Bagi yang belum mendapatkan kesempatan untuk menjadi ketua organisasi, kesempatan itu pasti datang dan tetap harus membantu kepengurusan terpilih.***

rhisa@ymail.com

 

Ditandai:
Posted in: organisasi