MINIMNYA PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN SEPEDA KAMPUS ITB

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Rhisa Azaliah 10310020

 

Keberadaan sepeda kampus di ITB telah membuat gaya hidup baru untuk kampus tersebut. Sejak diluncurkan 1,5 tahun yang lalu, minat para mahasiswa untuk menggunakan sepeda menjadi meningkat. Namun, peningkatan minat bersepeda di dalam kampus tidak diimbangi dengan semakin meningkatnya perawatan terhadap sepeda-sepeda pemberian alumni ITB tahun 1988.

Bandung – Sepeda kampus ITB (Institut Teknologi Bandung) yang merupakan sumbangan dari alumni diberikan dalam rangka untuk menjadikan kampus tersebut berkonsep ecocampuss. Terdapat 90 sepeda yang terdapat pada tiga shelter yang berbeda yaitu, di atm center, Gedung Kuliah Umum Timur, dan di samping PAU. Jam operasional peminjaman sepeda yaitu dari hari senin sampai hari jumat, pukul 07.00-17.00. Setiap harinya, pengguna sepeda ini meningkat sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Bukan hanya dari para mahasiswa, satpam-satpam yang ingin berpatroli seputar kampus pun ikut merasakan manfaat dari sepeda kampus ini.

Pada awalnya pemeliharaan dan perawatan sepeda diberikan langsung kepada kampus ITB. Dengan prosedur peminjaman berupa penyerahan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kepada satpam yang berjaga di tempat-tempat tersebut. Namun, belakangan diketahui bahwa untuk pengawasannya berpindah tangan ke Unit Sepeda ITB sehingga otomatis untuk peraatan dan pemeliharaan diserahkan juga kepada unit tersebut. Prosedur peminjamannya pun berubah yaitu tidak perlu menyerahkan KTM dari peminjam sepeda.

Namun, seiring keberjalanan waktu, jumlah sepeda yang tidak terawat semakin meningkat. Seperti terdapat sepeda yang bannya kempes, rantainya lepas, danbahkan ada yang stangnya membengkok.belum lagi dari penggunaan yang kurang bertanggung jawab misalnya sepeda yang telah dipinjam tidak dikembalikan lagi kepada shelter yang terdekat. Hal ini membuat kesulitan kepada beberapa orang yang mengurusi perawatan dan pemeliharan sepeda kampus. Tidak jarang terlihat satpam yang menggandeng dua sepeda untuk dikembalikan ke shelter-nya.

Akibatnya, para mahasiswa yang ingin meminjam dan menggunakan sepeda di dalam kampus menjadi kesulitan untuk mendapatkan sepeda yang layak untuk digunakan atau karena pada shelter yang mereka datangi, terkadang tidak ada sama sekali sepeda yang tersisa. Peningkatan minat mahasiswa ITB dalam bersepada memang meningkat. Namun peningkatan minat ini sudah seharusnya diimbangi dengan perawatan dan pemeliharaan sepeda yang dapat menunjang kenyamanan mahasiswa dalam bersepeda.

Selain itu, mahasiswa sebagai konsumen pengguna sepeda kampus ITB, sudah sepatutnya turut serta dalam pemeliharaan sepeda-sepeda yang mereka gunakan. Memang tanggung jawab untuk pemeliharaan dan perawatan sepeda kampus diberikan kepada suatu instansi mahasiswa yang berupa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), namun karena mahasiswa yang menggunakan dan merasakan secara langsung manfaat dari sepeda kampus, maka tanggung jawab dalam berpengguna pun harus ada.

Sampai saat ini terdapat penambahan shelter disekitaran tempat parkir tenggara (Seni Rupa) ITB. Penambahan shelter ini telah mencapai tahap pembangunan yang akan segera rampung. Adanya penambahan shelter ini merupakan salah satu tanda peningkatan minta bersepeda di dalam kampus bagi civitas akademika di ITB.***

 rhisa@ymail.com

Ditandai:
Posted in: peristiwa