Mengeker, Kegiatan Unik Mahasiswa Geodesi ITB

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Prawira Yudha Kombara (12810021)

 

Dari satu titik ke titik lainnya

            Kamis (01/03) pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB di dekat Tugu Soekarno ITB tampak dua orang mahasiswa yang diketahui berasal dari prodi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB sedang mengerjakan sesuatu. Mahasiswa ITB biasanya menyebut kegiatan yang sedang dilakukan oleh mahasiswa Geodesi tersebut ialah “mengeker”. Sedangkan dalam bahasa keilmuannya, mengeker di sini maksudnya ialah melakukan pemetaan terhadap suatu wilayah di titik-titik tertentu. Kedua Mahasiswa Geodesi tersebut diketahui bernama Yudha Prawira dan Fitri. Kegiatan pemetaan ini merupakan kegiatan pratikum dari mata kuliah  ilmu ukur tanah yang merupakan mata kuliah wajib tingkat dua prodi Teknik Geodesi dan Geomatika. Mata kuliah Ilmu Ukur Tanah ini terbagi menjadi dua yakni Ilmu Ukur Tanah I dan Ilmu Ukur Tanah II yang masing-masing diambil di semester ganjil dan genap. Untuk kegiatan mengeker ini ada beberapa peralatan yang harus disiapkan seperti teodolit beserta kakinya, meteran, batang skala yang dari logam, kalkulator, dan alat tulis.

“Sebenarnya kegiatan mengeker ini merupakan kegiatan dari mata kuliah apa ?”

“Kegiatan mengeker ini merupakan pratikum dari mata kuliah Ilmu Ukur Tanah.”

“Apa saja yang dilakukan dalam pratikum Ilmu Ukur Tanah ini ?”

“Dalam pratikum ini kami mengukur perbedaan ketinggian suatu titik dengan titik lainnya dengan menggunakan teodolit dan batang skala, kemudian menentukan azimuth dari satu titik tersebut.”

“Apa yang diperoleh dari kegiatan pratikum mengeker ini ?”

“Dari data – data yang kami peroleh maka kami akan mengolahnya sehingga menjadi suatu peta, bisa itu peta wilayah atau peta kontur.”

Dalam kegiatan mengeker ini idealnya harus ada lima orang, tugas dari lima orang itu ialah ada yang membidik suatu titik dengan teodolit, ada yang memegang batang skala, ada yang mencatat dan melakukan perhitungan, ada yang melakukan pengukuran jarak dengan meteran, dan ada yang melindungi teodolit dari sinar matahari langsung dan air hujan. Kegiatan pratikum ini sebenarnya cukup mudah hanya saja dibutuhkan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pengukuran. Ada tiga kegiatan utama dalam pratikum ini, yakni membidik, mencatat data, dan mengolah data sehingga pada akhirnya dihasilkan suatu peta. Kegiatan mengeker atau pemetaan ini wajib dikuasai oleh semua mahasiswa Geodesi, karena mereka akan selalu melakukan survey di lapangan untuk kepentingan di bidang-bidang seperti Teknik Sipil, Pertambangan, masalah lahan, dan sebagainya.  ***

 

Ditandai:
Posted in: pendidikan