Melihat Kehidupan di Balik Lensa

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

 Irlyvara Nandini (10409032)

 

Institut Teknologi Bandung, 1 Maret 2012 – Bertempat di Campus Center Barat, ITB sedang diadakan pameran tugas akhir oleh calon kru (cakru) Liga Film Mahasiswa (LFM). Dengan nama acara ‘Carnaval : Parade di Balik Lensa’ , pameran ini mempertunjukkan foto-foto terbaik yang diambil oleh calon kru LFM. Foto-foto yang dipamerkan terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu ‘Kehidupan’ dan ‘Cinta’.

“Tema yang diusung  kali ini berasal dari quotes dari film dan buku, yaitu buku dari pengarang Pramoedya Ananta Toer,” kata Diani, SITH 2011 yang merupakan calon kru Video dari LFM. “Acara ini rutin dilakukan setiap tahun. Tema tiap tahunnya juga berganti-ganti. Karya yang dipamerkan di acara ini merupakan karya yang terbaik dari cakru, dan merupakan tugas indivual atau pun berkelompok. Ada beberapa kategori, yaitu ‘Cinta’, ‘Kehidupan’, dan ‘Uang’.”

Dekorasi dari pameran ini sendiri dibuat mirip sekali dengan karnaval. Dinding CC Barat yang merupakan kaca dilapisi dengan kain berwarna merah dan kuning. Dari pintu masuk, Anda akan melakukan registrasi pada tempat yang mirip dengan stand penjualan tiket pada pasar malam. Saat Anda memasuki tempat pameran, Anda akan disambut dengan foto-foto dengan tema ‘Kehidupan’. Salah satu foto yang menarik perhatian adalah foto karya Alexander Christian Nugroho, dengan judul ‘Siklus Hidup’. Alexander menggambarkan siklus hidup yang dialami oleh manusia dengan memotret batang korek api yang dibentuk seperti tubuh manusia, dari kelahiran yang digambarkan dengan korek api ukuran kecil yang diposisikan secara horizontal, pendewasaan, yaitu korek api dengan ukuran yang lebih besar dan diposisikan secara vertikal, dan terakhir adalah kematian, yang digambarkan dengan korek api ukuran besar yang telah terbakar dan diposisikan horizontal.

Terdapat pojok lain, yaitu alat berupa roda berputar dengan warna-warni mencolok yang dinamakan ‘Wheel of Fortune’. Roda tersebut dibagi menjadi beberapa bagian yang sama rata dan ditempelkan foto yang memiliki tema ‘Uang’. Roda tersebut dapat diputar sesuai keinginan, sehingga Anda dapat melihat foto sesuai keinginan Anda tanpa buru-buru. Contoh karya yang menarik perhatian adalah ‘Bukan Uang yang Bisa Memuaskan Dahagaku’ oleh Leonardo Henadriono dan ‘Here’s Your Money, But Be Careful’ oleh Aryo Ceissa Pratama.

.           Selain tugas perorangan, terdapat dua tugas kelompok  yang menarik perhatian. Yang pertama adalah berupa album foto berjudul ‘cinTA’. Album ini diletakkan disebuah meja, dan akan mendendangkan lagu ‘Love Story’ versi polyponic saat album tersebut dibuka. cinTA merupakan sebuah tugas kelompok yang terdiri dari lima anggota calon kru LFM, menggambarkan kisah cinta yang diperankan oleh dua orang model, dari pertemuan pertama, hingga pernikahan mereka. Sedangkan tugas kelompok yang kedua berupa boks terbuka yang berisi kardus hitam yang dibentuk menjadi kotak dan bertuliskan kutipan dengan tema cinta serta beberapa foto.

Sebelum meninggalkan pameran, Anda dapat memilih foto favorit dengan cara menuliskan judul foto dan memasukkannya ke kotak yang tersedia. Pameran ini sesuatu yang pantas Anda kunjungi. Sejak digelar dari tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2012, pameran ini berhasil menyedot lebih dari 300 pengunjung, bahkan mahasiswa dari Universitas Trisakti juga mengunjungi pameran ini.***

 

*penulis mahasiswa Jurusan Mikrobiologi ITB, kontak irlyvara@gmail.com

Ditandai:
Posted in: seni