Lapak Buku Bekas Jl Ganesha Kembali Beroperasi Setelah 2 Bulan Vakum

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh 

Nur Aini Annapurna (12908031)

Para pemburu buku bekas di Jl Ganesha dapat bernafas lega karena kembalinya lapak buku bekas yang sempat tiada selama beberapa bulan. Lapak buku bekas yang biasanya ada di setiap Pasar Jumat sekarang menambah hari operasi mulai dari hari Rabu hingga Jumat.

 

Penggemar buku bekas di Jl Ganesha, khususnya mahasiswa ITB, pasti merasa kehilangan selama beberapa bulan terakhir ketika lapak penjualan buku bekas yang biasanya ada di Pasar Jumat tidak ada. Setelah menghilang selama 2 bulan, lapak tersebut ada lagi!

Jika dulu lapak buku bekas terletak di trotoar depan kubus yang berseberangan dengan gerbang depan Institut Teknologi Bandung (ITB), maka sekarang lapak itu berpindah ke trotoar yang berada tepat di depan jalan setapak menuju Masjid Salman. Lapaknya pun sekarang tidak terlalu besar, hanya sekitar 1 x 1,5 m. Di salah satu pojoknya pun terpal hitam yang dijadikan sebagai alas dibiarkan kosong untuk para “peminta amplop”, sebagaimana dijelaskan oleh pemilik lapak mengenai pengemis yang suka mangkal di lapaknya tersebut.

Pemiliknya sendiri, seorang bapak berperawakan sedang yang berkumis tipis dan berkacamata mengatakan bahwa ketiadaan lapak buku bekas tersebut diakibatkan sang empunya mendapat pekerjaan di luar kota. Namun apa sebenarnya pekerjaan itu pun tidak dijelaskan oleh beliau.

“Waktu lapaknya masih di depan [kubus], dulu saya supplier dan orang lain yang menjual bukunya,” papar bapak tersebut, “lalu saya sempat keluar kota selama 2 bulan karena ada pekerjaan, jadi usaha bukunya berhenti dulu. Waktu saya kembali, langsung saya saja yang menjual buku. Sudah ada yang supply bukunya dari Cikapundung.”

Lapak buku ini tidak hanya menyajikan buku bekas, tapi juga komik dan majalah yang sudah tidak diinginkan oleh pemiliknya yang lama. Harga yang ditawarkan pun beragam, sesuai dengan kualitas publikasi yang diminati. Buku-buku  karya Bastian Tito (Wiro Sableng), Enid Blyton (Lima Sekawan), serta berbagai pengarang lainnya ditawarkan dengan harga sekitar Rp 3.500,-. Sedangkan majalah National Geographic edisi lama diberi harga Rp 20.000,- untuk yang masih dalam kondisi bagus.

“Kalau buku yang dicari tidak ada, nanti tinggal saya pesan biar besok bisa dibawakan,” bapak penjual buku menawarkan seraya merapikan tumpukan komik Detective Conan yang baru dilihat-lihat oleh seorang pelanggan, menutup pembicaraan.

Lapak buku bekas dibuka setiap hari Rabu, Kamis dan Jumat pagi hingga siang hari.***

 

*Penulis mahasiswa Oseanografi 2008, kontak ainiannapurna@gmail.com

Ditandai:
Posted in: peristiwa