Lahan Parkir ITB Tidak Memadai

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Dennis Kwaria (10508075)

 

Perluasan lahan parkir bukan tanggung jawab pengelola parkir

Bandung, Lahan parkir merupakan salah satu prasarana strategis kampus ITB. Betapa tidak, motor dan mobil, dengan motor sebagai mayoritas, merupakan dua dari berbagai moda transportasi civitas akademik ITB untuk mencapai kampus. Dengan aktivitas dalam kampus yang bisa mencapai sehari penuh atau bahkan bermalam di kampus, lahan parkir yang aman dan nyaman menjadi penting.

Tetapi, seperti yang mungkin sudah dialami sendiri oleh sebagian dari pembaca, lahan parkir, terutama lahan parkir motor di kampus ITB kini makin padat. Hal tersebut juga diamini oleh Yunus Tri, salah seorang pegawai ISS. ISS adalah perusahaan yang pada saat ini dipercaya oleh ITB untuk mengurusi masalah perparkiran. Menurut Yunus, saat pertama kali ISS bertugas untuk mengurusi perparkiran kampus ITB, yaitu di bulan Desember 2010, lahan parkir di ITB masih terasa lengang. Kepadatan benar-benar terasa saat penerimaan mahasiswa baru, yaitu sekitar bulan Agustus. Pada saat itu, beberapa kali arus kendaraan yang memasuki lahan parkir tidak diizinkan masuk karena memang tidak ada tempat tersisa. Oleh karena itu, menurut Yunus, diberlakukan kebijakan untuk memarkirkan motor secara paralel, dengan tidak mengunci stang. Dengan demikian, adanya kendaraan yang diparkir secara paralel merupakan tanda bahwa lahan parkir sudah sangat penuh, sudah dapat dikatakan bahwa kapasitas lahan parkir tidak memadai untuk kendaraan yang masuk saat itu.

Menurut Yunus, sebenarnya tidak setiap saat lahan parkir di kampus ITB penuh. Setiap hari penuhnya lahan parkir mengikuti siklus demikian: Dari pagi hari sampai jam 11 siang, cenderung tidak ada kendaraan yang keluar, akan tetapi sangat banyak kendaraan yang masuk. Hal ini bertepatan dengan adanya kuliah pagi. Jam 11 sampai dengan jam 12, arus masuk dan keluar kendaraan cenderung seimbang, sehingga pada jam-jam ini lahan parkir di kampus ITB sangat padat. Selepas jam 12, arus kendaraan lebih didominasi arus keluar, sehingga kepadatan lahan parkir di kampus ITB berangsur-angsur berkurang hingga pukul 15.00 dapat dikatakan lahan parkir kampus ITB sudah cukup lengang.

Masalah yang banyak terjadi terkait padatnya lahan parkir ITB, menurut Yunus, adalah saling tergoresnya kendaraan. Selain itu,kendaraan sering jatuh akibat posisi parkir yang tidak stabil. Beberapa kendaraan diparkir dalam posisi yang tidak stabil akibat beberapa tempat dengan kontur yang tidak memadai, seperti tanah atau berbatu-batu juga terpaksa digunakan untuk perkir. Bila hari hujan, tempat parkir yang berupa tanah menjadi becek dan licin sehingga kendaraan lebih mudah tergelincir.

Ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan menyelesaikan masalah perparkiran ini dengan menambah lahan parkir, Yunus menjawab bahwa hal tersebut bukan bagian tugas / wewenang ISS selaku pengelola parkir, akan tetapi tugas divisi K3L ITB.***

Ditandai:
Posted in: lingkungan