Ke mana “Water Tap” ITB?

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Glenda Gloria (10608066)

Ironis memang jika kita melihat kondisi sarana prasarana yang tersedia di ITB tidak digunakan selayaknya. Salah satu sarana yang disediakan adalah fasilitas water tap, yakni instalasi yang mengolah air menjadi layak minum secara langsung. Konon ITB merupakan satu-satunya universitas yang memiliki fasilitas water tap.  Fasilitas water tap ini dapat memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan air minum langsung secara gratis. Terdapat 70 buah fasilitas water tap yang tersebar di titik strategis kampus ITB. Fasilitas water tap disumbangkan oleh alumni ITB sendiri angkatan 70 dan diresmikan pada tanggal 5 Maret 2005.

Namun, pada kenyataannya hingga saat ini water tap di ITB sudah tidak berfungsi lagi karena buruknya pemeliharaan dari water tap itu sendiri. Pada tahun 2008 fasilitas ini sempat dapat digunakan namun selang dua tahun berikutnya fasilitas water tap kembali rusak dan tidak bisa dipakai kembali. Kemudian dilakukan perbaikan sampai design dari water tap itu sendiri menjadi lebih menarik, tetapi sayang semua itu hanya dijadikan hiasan dan airnya sendiri tidak keluar sampai detik ini.

Salah seorang mahasiswa yang saya temui memberikan tanggapannya mengenai water tap, “keberadaan water tap kurang dirasakan oleh massa kampus ITB, seharusnya Sarpras ITB memperhatikan masalah ini, karena manfaatnya sangat besar. Terakhir yang saya tahu water tap sudah diperbaharui dan dipercantik namun airnya masih belum mengalir” ungkap Fathya mahasiswa SI Biologi ITB.

Tanggapan lain muncul dari Ilham mahasiswa tingkat akhir ITB, “ waktu saya masih TPB, water tap masih mengeluarkan air minum, tetapi setelah beberapa bulan di ITB fasilitas ini sudah tidak bisa dipakai kembali bahkan sampai saya tingkat empat sekarang. Pernah water tap ini mengeluarkan air tapi rasanya seperti kaporit sehingga tidak layak diminum”.

Muncul pertanyaan siapakah yang bertanggung jawab terhadap kondisi dari sarana dan prasarana yang tersedia di ITB khususnya water tap itu sendiri?

Apakah dari pihak Sarpras ITB sendiri yang terlihat lebih mementingkan keamanan namun tidak dapat menjaga atau memelihara fasilitas ITB ataukah mahasiswa ITB sendiri yang hanya ingin menikmati fasilitas yang tersedia tanpa bisa menjaga atau memperbaiki.

Sebuah polemik yang terjadi di Universitas yang selalu mencetak sarjana teknik terbaik tiap tahunnya tetapi teknologi di dalamnya sendiri tidak pernah diperbaiki bahkan mungkin dilirik pun jarang. Padahal banyak jurusan-jurusan di ITB yang mungkin jika bekerja sama dengan baik dapat memberikan solusi tepat untuk menangani permasalahan water tap ini. ***

Ditandai:
Posted in: peristiwa