KBL Bagi – bagi Makanan Gratis Mulai 1 Maret 2012

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Ubaydillah Yus’an (10310008)

 

Ganesa (Kamis,  1 Maret 2012) beasiswa makan siang yang diberikan kepada 50 orang mahasiswa ITB yang telah diseleksi sebelumnya, resmi berlaku. Kantin Barat Laut ITB yang terletak di dekat prodi SBM, Matematika, Teknik Industri, dan Astronomi, adalah salah satu sub divisi Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB atau biasa disingkat Kokesma ITB. Kokesma sendiri memiliki tiga sub divisi meliputi Tokema, CIC, dan KBL.

Kantin Barat Laut ingin memberikan sesuatu kepada mahasiswa ITB untuk memenuhi visinya, Seperti yang dikatakan oleh Fatimah Kusumaningrum, “KBL adalah kantin yang dikelola mahasiswa dan akan memberikan yang terbaik untuk mahasiswa ITB sendiri”. Beasiswa makan ini telah dimulai sejak tahun 2010 yang diberikan kepada mahasiswa pada semester ganjil dan semester genap. Namun satu orang mahasiswa hanya boleh mendapatkan beasiswa makan siang ini sekali seumur hidup pada semester ganjil atau semester genap. “agar semua sector mahasiswa tahun awal dan tahun akhir merasa terbantu dengan beasiswa yang kami berikan, makanya kami batasi penggunaanya”, Fafa, Teknik Perminyakan ITB 2009. Mekanisme beasiswa ini cukup mudah untuk diikuti. Sebelumnya pihak KBL melakukan publikasi ke masing-masing himpunan di seluruh kampus ITB bahwa KBL membuka pendaftatan beasiswa makan siang dengan persyaratan tertentu, seperti pengisian formulir yang dapat diambil di sekre kokesma di dekat Kantin Barat Laut, dan menyertakan berbagai lampiran, seperti surat keterangan, surat gaji orang tua terbaru dll.

Pada awal pendaftaran, kurang lebih 130 formulir diambil oleh calon penerima beasiswa. Namun setelah tanggal jatuh tempo hanya sekitar 100 orang mahasiswa yang mengembalikan formulir beserta kelengkapan yang harus diberikan. Berbagai persoalan muncul ketika mahasiswa sulit menghubungi orang tua yang berada jauh diluar Bandung. Banyak dari mereka yang hanya menyertakan surat – surat slip gaji maupun surat keterangan yang lain dengan menggunakan  mesis fax karena keterbatasan waktu. Dari 100 orang mahasiswa tersebut akan diseleksi menjadi 50 orang mahasiswa. Mekanisme penyeleksian cukup  simple, yaitu dengan mempertimbangkan financial orang tua dan beban yang ditanggung oleh keluarga mereka di daerah. Sehingga mereke dianggap sangat perlu untuk dibantu dalam hal makan siangnya oleh KBL. Penilaian didasarkan oleh penghasilan orang tua dibagi tanggungan dengan hasil secara umum harus kurang dari 600 ribu rupiah. Jika ada lebih dari 50 mahasiswa yang tersaring, maka hal pekerjaan atau yang lain akan memberikan nilai lebih bagi calon penerima beasiswa makan siang KBL.

Di luar tujuan dari KBL untuk menmbantu sesame mahasiswa, KBL diuntungkan dengan memberikan beasiswa makan ini. KBL setiap bulan harus membayar sejumlah uang sewa kepada rektorat ITB. Namun uang pembayaran ini dapat  digantikan dengan program kerja yang dinilai dapat menguntungkan mahasiswa. Salah satunya pemberian beasiswa makan siang ini. Sehingga pihak koperasi kesejahteraan mahasiswa ITB sendiri tidak perlu membayar uang lebih besar daripada sebelumnya.***

Ditandai:
Posted in: pendidikan