Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Dika Anindyajati – 13708031 

Bandung, Institut Teknologi Bandung– Kampus yang katanya kampus terbaik bangsa ini kemarin digemparkan oleh berita tentang kenakalan mahasiswanya yang dipublikasikan secara vulgar oleh dosen yang tidak terima atas kenalakan mahasiswa tersebut.

Hari Senin pukul 16.00 sebagian mahasiswa ITB jurusan teknik material angkatan 2009 dan 2010 akan mengikuti kuliah pilihan Sosiologi Industri di gedung kuliah umum timur. Sembari menunggu dosennya yang sering telat, mereka menunggu di selasar sambil berbincang dan bercanda. Kegiatan itu rupanya mengganggu kuliah yang diadakan pada ruangan disekitarnya, salah satunya adalah kuliah oleh dosen fisika, Pak Yudi Dharma. Pak Yudi yang merasa terganggu oleh kenakalan mahasiswa ini menegur dan mengambil foto mahasiswa-mahasiswa tersebut.

Kejadian ini kemudian dipublikasikan oleh beliau sendiri melalui milis dosen ITB. Beliau dengan jelas menuliskan mahasiswa jurusan teknik material dan angkatannya pada surat yang ditulisnya, terlebih lagi beliau menyertakan foto yang berisi mahasiswa-mahasiswa terkait. Berita dan foto tersebut juga disebarluaskan oleh dosen lain, Pak Budi Rahardjo, melalui blognya pribadinya. Dengan cepatnya berita tersebut menyebar ke masyarakat kampus dan jaringan alumni ITB sehingga membuat kebakaran jenggot para civitas akademia yang bernaung dibawah jurusan teknik material ITB.

Tercorengnya nama baik civitas akademia teknik material ITB jelas menjadi hal yang tidak terhindarkan. Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Namun demikian sikap reaktif dan mencantumkan jurusan dari Pak Yudi Dharma sangat disesalkan. “Dosen tersebut terlalu reaktif, lebih bijak jika beliau langsung mengontak saya, dan tidak perlu menuliskan ‘teknik material’ di milis tersebut”, ucap Husaini Ardy, kepala program studi (jurusan) teknik material ITB. Pendapat senada dilontarkan juga oleh salah satu dosen pengajar di jurusan teknik material, Aditianto Ramelan, tanpa maksud untuk membenarkan atau membela kenakalan yang dilakukan oleh beberapa mahasiswanya. Pembahasan atas kejadian ini juga telah membuat alumni teknik material ITB geram dan kecewa, seperti yang didiskusikan pada grup dunia maya facebook ataupun di milis himpunan mahasiswa teknik material ITB.

Mahasiswa yang menjadi ‘pelaku’ pada kejadian ini juga mengaku salah telah melakukan untuk membuat keributan yang mengganggu keberjalanan perkuliahan. “Gue sih tidak begitu masalah kalau foto gue terpampang dan berita ini menjadi besar, gw sih biasa aja. Ini jadi pembelajaran aja. Tapi ya gue kecewa aja sama dosen fisika dan dosen yang menyebarluaskan dengan mencantumkan nama jurusan, kasihan temen-temen saya yang kecipratan jelek”, jelas Ero Binantar, mahasiswa teknik material angkatan 2009 yang wajahnya tertangkap kamera dosen. Ero juga kecewa lantaran dosen fisika tersebut hanya mencantumkan mahasiswa jurusan teknik material, menurutnya bukan mahasiswa jurusan teknik material saja yang ada di tempat dan membuat keributan di sore itu, banyak mahasiswa jurusan lain yang sedang menunggu kuliah Sosiologi Industri yang juga berisik tapi tidak dicantumkan dalam surel yang ditulisnya dalam milis dosen ITB. “Ini sih apes doang sebenernya, banyak juga kok kasus serupa tapi dosen ini aja lebay kaya begini sampe nulis di milis dan pake foto segala”, tambah Ero diakhir perbincangan.

Sampai hari ini kejadian ini telah menjadi topik hangat di civitas akademia teknik material ITB. Pihak himpunan yang diwakili ketua himpunannya, M. Fakhry Hatta, telah melakukan klarifikasi tentang apa yang terjadi dari sudut pandang mahasiswa pada ketua program studi teknik material ITB, Husaini Ardy. Langkah permohonan maaf juga telah dilakukan oleh teman-teman mahasiswa teknik material ITB pada dosen fisika yang bersangkutan, Pak Yudi Dharma.***

*Penulis mahasiswa Teknik Material ITB

Ditandai:
Posted in: peristiwa