Jaringan Backbone ITB Terjangkit Worm

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Puanta Della Maharani (13507135)

 

Ganesa_Seminggu belakangan ini, banyak pengguna internet ITB yang mengeluhkan koneksi internet. Setelah diperiksa oleh tim Administrator Jaringan ITB, ternyata ditemukan worm pada jaringan backbone atau jaringan utama ITB. Worm ini disinyalir mulai memasuki jaringan bacbone sejak sebulan yang lalu dengan menyusup salah satu komputer penting pada jaringan ini.

Worm ini ditemukan hari Kamis pagi, 1 Maret 2012.   “Untung saja cepat ditemukan penyebaran worm-nya sehingga kita tidak mengalami kerugian yang cukup serius”, ujar Lutfi Aziz Firdaus, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2008 yang juga menjabat sebagai ketua Administrator Jaringan ITB. “Worm ini termasuk worm yang dapat diatasi asal kita memakai antivirus yang diperbarui minimal tahun 2010”, lanjutnya lagi.

Jangkauan penyebaran worm ini sangat luas karena menyerang jaringan backbone ITB yang dimulai dari gedung Annex menuju gedung Labtek VIII, gedung ComLabs, sampai ke gedung PAU. Beberapa gedung yang memiliki koneksi dengan jaringan backbone ini adalah gedung Labtek Biru, gedung Labtek kembar, gedung Mesin, dan gedung TI/Matematika. Gedung lain yang tidak terhubung langsung dengan jaringan backbone ini untungnya tidak terdeteksi terjangkit worm ini.

Worm ini akan sangat merugikan bagi pengguna internet yang tidak melengkapi komputer atau smartphone-nya dengan antivirus yang bagus. Efek yang ditimbulkan dari jaringan yang disusupi worm antara lain melambatnya koneksi baik untuk internet maupun intranet, antivirus akan berulang kali mendeteksi keberadaannya tetapi tidak sanggup menghilangkannya serta komputer dengan spesifikasi yang rendah akan mudah sekali mengalami kerusakan pada sistem operasi. Kadang worm juga bisa memutus koneksi utama di jaringan secara tiba-tiba.

Komputer dengan spesifikasi rendah yang selama seminggu ini sering melakukan restart sendiri dikhawatirkan harus di-install ulang sistem operasinya. Sebaiknya para pemilik komputer yang sempat terkoneksi dengan jaringan internet ITB segera mengecek kembali kondisi komputer masing-masing agar worm ini tidak sempat melakukan perusakan.

Pelakunya sendiri masih belum ditemukan oleh Administrator Jaringan ITB. “Kami telah menemukan alamat IP komputer yang pertama kali terjangkit virus ini akan tetapi IP tersebut merupakan IP yang telah diset dinamik. Oleh karena itu, kami belum bisa menyimpulkan pelaku yang benar-benar membawa worm tersebut,” sahut Lutfi.

 

Ditandai:
Posted in: peristiwa