Jadi Asisten Praktikum di Mikrobologi, senang atau stress?

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Jeanne Elvia (10409011)


“Cukup nyita waktu kosong, jadi suka pulang malem…” kata Yuti Rizky Maisarah. Itulah sepenggal kalimat dari seorang asisten praktikum di Mikrobiologi.

Bandung (Kamis, 1/3) tampak kesibukan yang terjadi seperti biasanya di prodi mikrobiologi, Gedung Labtek XI, Institut Teknologi Bandung (ITB). Asisten dan praktikan sibuk mempersiapkan tugas dan kewajiban mereka masing-masing demi berjalannya praktikum hari ini. Maklum setiap hari kamis ada dua macam praktikum yang berlangsung, yaitu fisiologi mikroba dan ekologi mikroba. Untuk lebih mudah menyebutnya biasanya disingkat menjadi praktikum ‘fismik’ dan ‘ekomik’. Praktikum fismik berlangsung mulai dari pagi pukul 8 dan berakhir pukul 12 sedangkan praktikum ekomik berlangsung setelahnya yaitu pukul 1 siang hingga pukul 5 sore. Terbayang bagaimana sibuknya hari kamis. Jurnal, laporan, belajar untuk persiapan tes sebelum praktikum dimulai itu yang harus disiapkan oleh praktikan. Tidak ada toleransi keterlambatan! Untuk para asisten, ada kesibukannya sendiri. Asisten, terutama pemimpin praktikum harus mempersiapkan bahan-bahan dan alat-alat praktikum mulai dari seminggu sebelum praktikum dimulai termasuk soal tes yang akan diberikan. Masing-masing asisten pun harus siap dan mengerti materi praktikum hari ini dan memahami cara kerja yang akan dilakukan saat praktikum, dan setelah praktikum berakhir mereka harus memeriksa serta memberi nilai laporan yang dikumpulkan.

Asisten praktikum fismik maupun ekomik rata-rata anak mikrobiologi 2009. Tetapi, ada pula angkatan 2008 dan 2007. Selain fokus untuk mempersiapkan praktikum, masing-masing orang pasti memiliki tugas dan tanggung jawab yang lain di luar semua itu. Seperti anak mikrobiologi 2009, ada praktikum lain yang wajib dikerjakan mandiri secara berkelompok. Anak mikrobiologi 2007 dan 2008 rata-rata sibuk dengan Tugas Akhir (TA) nya masing-masing.  Oleh sebab itu, mereka harus pintar-pintar membagi waktu yang ada, terutama untuk pemimpin praktikum. “Cukup nyita waktu kosong, jadi suka pulang malem karena harus menyiapkan bahan-bahan untuk hari-H, pembagian tiap kelompoknya gimana, minta alat dan bahan, dan ada tahapan-tahapan waktu nyiapinnya juga’’seperti kata Yuti Rizky Maisarah yang diwawancarai setelah praktikum fismik selesai. “Tapi, seneng juga soalnya bisa nambah skill (kemampuan-red.), pengalaman gimana ngajar dan lebih kenal ke anak 2010’’ tambahnya. Ternyata, sibuknya jadi asisten menurut mereka sebanding dengan rasa senangnya jadi asisten.

Praktikum fismik dan ekomik ini memang bagian dari mata kuliah wajib fisiologi mikroba dan ekologi mikroba. Tiap tahunnya kedua praktikum ini selalu berlangsung setiap hari Kamis semester genap di Laboratorium Instruk Timur, Labtek XI. Kedua mata kuliah ini memang wajib bagi mahasiswa Semester IV jurusan Mikrobiologi di ITB. Untuk asisten praktikum bebas asalkan merupakan mahasiswa angkatan di atasnya. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menjadi asisten. Ada pemilihan asisten oleh dosen pembimbing praktikum. Yang tidak terpilih ada yang merasa kecewa, kesal, tapi ada pula yang akhirnya merasa bersyukur tidak menjadi asisten. Seperti menurut Nindya, salah satu mahasiswi Mikrobiologi angkatan 2009, berkata : ‘’awalnya ngerasa agak kecewa karena belum pernah nge-asisten-in, pengen nyoba. Tapi, lama-lama mikir semester ini sibuk jadi mungkin ga ada waktu buat nge-asisten-in’’.***

Ditandai:
Posted in: pendidikan