Dies Natalis ITB vs Ujian Fisika Dasar

Posted on Maret 2, 2012

0


Oleh

Arif Ridwan Abriyanto (10310016)

 

Bandung – Para mahasiswa tingkat pertama yang mengisi acara Dies Natalis ITB ke-53 harus mampu membagi waktunya untuk menghadapi ujian fisika dasar, Jumat (2/3). Mahasiswa yang akan tampil dalam acara tersebut diantaranya berasal dari unit kegiatan mahasiwa KPA (Keluarga Paduan Angklung) dan PSM (Paduan Suara Mahasiswa) yang sebagiannya beranggotakan mahasiswa tingkat pertama.

“Penampil dari KPA ada yang 2011 dan yang lainnya, alumni pun bahkan ada.” Kata Wahyu Hidayat, ketua KPA periode 2012-2013.

Acara Dies Natalis ITB ini telah menjadi acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati hari lahir ITB, tepatnya pada tanggal 2 Maret. Pada tahun ini, acara yang berbentuk sidang terbuka tersebut berlangsung pada hari yang sama dengan ujian fisika dasar yang akan diikuti oleh sekitar 3200 mahasiswa tingkat pertama. Diantaranya, terdapat 11 orang anggota KPA yang akan turut tampil di acara tersebut. Namun, meskipun harus rela membagi waktu antara persiapan ujian dan persiapan mengisi acara mereka tidak keberatan.

“Untuk ujian tersebut sudah diingatkan oleh teman-teman sejak H-17, dan sejak itu juga sudah diberitahukan bahwa acara dies-nya akan diadakan pada waktu yang sama. Jadi hal tersebut sudah dipersiapkan sejak jauh hari,” jelas Chaikal, mahasiswa FITB 2011 yang merupakan salah satu penampil dari KPA. Selain itu, FITB 2011 pun mengadakan kegiatan belajar bersama untuk sesama mahasiswa FITB. Kegiatan yang berlangsung sejak dua minggu lalu ini sudah mulai dilaksanakan, baik secara formal maupun secara santai, salah satunya pada Rabu (29/2).

Kesadaran akan pentingnya ujian fisika dasar yang dijalani oleh mahasiswa tingkat pertama juga disadari oleh penampil yang berada di tingkat atas serta penanggung jawab penampil KPA. Seperti yang diungkapkan oleh Chaikal, bahwa diberi hari libur latihan selama dua hari yang dimaksudkan agar mahasiswa TPB dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.

“Libur latihan ada dua kali, dari selasa sampai rabu. Alasannya, karena angklung itu kan permainan massal, jadi jika libur terlalu lama takut menghilangkan kekompakan saat bermain.” lanjut Chaikal saat diwawancarai saat sedang mengadakan belajar bersama di Perpustakaan Pusat.

Saat ditanya mengenai kesibukan mahasiswa yang ternyata melebihi siswa di masa SMA, Chaikal mengaku hal tersebut cukup membuatnya kaget. Namun, ia juga menyadari bahwa kesibukan setiap orang nantinya juga akan bertambah, khususnya di tingkat-tingkat berikutnya di ITB, sehingga ia pun menjalani hal tersebut dengan berusaha mengatur waktu se-efektif mungkin.

“Harapannya kemarin ikut penampilan supaya tidak terlalu focus terus jadi pusing, juga supaya belajarnya disiplin dan tidak mepet sehingga bisa refreshing” tambahnya.

Hingga hari ini, persiapan penampilan KPA telah selesai sehingga yang hanya perlu diadakan gladi bersih. Menurut Muhammad Wildan, ketua divisi penampilan KPA, persiapan tersebut meliputi pencarian pemain, pemilihan lagu, membuat distribusi angklung, persiapan kostum dan peralatan, serta latihan yang bertujuan memperkompak para pemain.

Seperti halnya KPA, unit PSM yang juga akan tampil pun mempersiapkan penampilannya dengan baik.

Terlepas dari mahasiswa yang akan bertindak sebagai pengisi acara, ternyata mahasiswa TPB lainnya justru tidak mengetahui mengenai acara Dies Natalis ITB.

“Saya kurang tau ada acara itu. Tapi, seandainya jadi pengisi acara mungkin bisa tidak keteteran selama mampu membagi waktu dengan baik untuk persiapannya karena jamnya yang berbeda.” kata Endah, mahasiswa TPB 2011 yang tidak menjadi penampil dalam acara tersebut.***

 

Ditandai:
Posted in: peristiwa