Di balik kain merah-oranye itu

Posted on Maret 2, 2012

0


oleh

Nindya Prawitasari 10409005

 

Kehidupan itu seimbang, Tuan. Barang siapa memandang pada keceriannya saja, Ia gila, Barang siapa memandang pada penderitaannya saja, Ia sakit”, Pramoedya Ananta Toer. Salah satu quote yang menginspirasi pameran foto ini.

Bandung(1/03/12)-Ada pemandangan yang tak biasa saat berjalan melewati Campus Center Barat (CC) ITB. Sebuah ruangan penuh kaca yang biasanya kosong, beberapa hari belakangan ini tampak berbeda. Kain merah dan oranye tampak menutupi seluruh sisi ruangan, membuat para mahasiswa yang melintasi area tersebut penuh dengan rasa penasaran dan meluangkan waktunya sesaat untuk sekedar mengetahui ada apa di balik kain itu.

Sebuah pameran bertemakan “KARNAFAL, parade di balik lensa” merupakan sebuah acara yang dipersembahkan oleh para calon kru Lembaga Film Mahasiswa (LFM) ITB angkatan 2011 sejak tanggal 28 Februari-1 Maret 2012 di Ruangan 26&29 Campus Center Barat ITB. Pameran ini merupakan acara rutin tiap tahun yang diadakan sebagai tugas akhir para calon kru Lembaga Film Mahasiswa (LFM) ITB. Setiap tahunnya acara ini memiliki tema yang berbeda-beda, namun untuk tahun ini para calon kru harus menentukan tema sendiri berdasarkan quote yang mereka dapatkan. “Jadi kita dibagi beberapa kelompok dan masing-masing dikasih quote yang berbeda, nah dari quote itulah kita menentukan tema untuk foto kita di pameran ini”, ujar Dianny, salah satu calon kru LFM.

Ruangan yang sebenarnya tampak biasa itu disulap dengan kain-kain berwarna dan hiasan serta ornamen khas yang membuat para pengunjung seperti merasakan suasana karnafal yang sesungguhnya. Pameran tersebut diisi oleh 38 foto yang diletakkan di spot berbeda sesuai dengan tema masing-masing. Satu hal yang istimewa dari pameran ini adalah para calon kru bukan hanya menampilkan foto-foto dengan tema berbeda, namun mereka juga harus memberikan package yang bagus dan unik untuk foto yang dipamerkan. Begitu pertama kali memasuki ruangan, akan langsung terlihat spot pertama berisi beberapa foto dengan cerita berbeda. Quote dari Pramoedya Ananta Toer, seperti pada kutipan di atas, menjadi dasar pemilihan tema pada spot pertama ini, yaitu ‘Kehidupan’. Tak heran jika foto ini memiliki banyak cerita, sebab foto yang dipamerkan pada spot ini bercerita tentang keberagaman dalam kehidupan manusia pada umumnya, dengan menampilkan 12 foto yang memiliki judul berbeda, beberapa diantaranya adalah Friendship, Hidup Ini Penuh Cinta, Sinergi dan Generasi. Keunikan akan semakin terlihat ketika memasuki ruangan lebih dalam lagi. Wheel of Fortune, sebuah roda putar buatan ini sengaja didesain seunik mungkin untuk memamerkan beberapa foto yang bertemakan ‘Uang’. Ketika kembali melihat ke sudut kiri ruangan, terdapat satu area yang mengundang perhatian. Box besar berhiaskan lampu warna-warni, kumpulan Harum Manis dan buku merah muda di pojokan ruangan merupakan perpaduan yang menunjang tema foto, yaitu ‘Cinta’. Pengunjung akan semakin terkagum ketika membuka buku merah muda di pojokan ruangan. Buku tersebut berisi kumpulan foto yang bercerita tentang kisah perjalanan cinta sepasang kekasih sekaligus tersedia sebuah alunan lagu ‘Angel Song’.

Perjalanan karnafal kali ini berakhir disini.. dan rasa penasaran yang awalnya muncul, akhirnya hilang juga setelah keluar dari ruangan pameran tersebut.***

 

*Penulis mahasiswa Mikrobiologi ITB

 

Ditandai:
Posted in: seni