Usaha Pemilahan Sampah Di ITB

Posted on Maret 1, 2012

0


Oleh 

Listya Dara Sunda Prabawa (10310001)

Bandung-Apakah sampah di ITB sudah dibuang dengan sesuai dengan jenis sampahnya? Sejauh ini belum. Terbukti masih terdapat sampah yang dibuang di tempat sampah yang salah di beberapa tempat di lingkungan kampus. Padahal usaha untuk meminimalisir masalah sampah di ITB dan meningkatkan kesadaran civitas akademika ITB mengenai hal ini sudah semakin banyak.

Seperti yang kita ketahui terdapat dua jenis tempat sampah di ITB. Tempat sampah berwarna putih untuk sampah yang tidak dapat membusuk dan tempat sampah hitam untuk sampah yang tidak dapat membusuk. Di depan tempat sampah tersebut sudah ditempel stiker tentang sampah yang dapat membusuk dan tidak dapat membusuk. Tetapi jika kita lihat isi tempat sampah seperti tidak terdapat perbedaan.

Diperoleh jawaban beragam setelah bertanya ke beberapa mahasiswa yang ada mengenai pemilahan sampah. “Letak tempat sampahnya terlalu jauh, malas jika harus membawa sampah kemana-mana” jawab Arif. Ini merupakan salah satu alasan kenapa banyak orang yang malas membuang sampah.

Lain halnya dengan Thio, dia menjawab “Jika harus membuang sampah sesuai dengan jenisnya itu merepotkan, apalagi jika kita membeli makanan dan masih bersisa. Sisa makanannya harus dibuang ke tempat sampah yang berwarna hitam sedangkan plastik atau dus makanannya harus dibuang ke tempat sampah yang berwarna putih”. Selain itu ada juga yang menjawab “Nanti juga waktu diangkut sampahnya tercampur lagi, untuk apa kita pilah saat membuat sampah?”.,

Sebenarnya di ITB sudah disediakan tempat sampah di beberapa titik, seperti di depan gedung di dekat lapangan, atau di dekat parkiran yang jaraknya tidak terlalu jauh. Mengenai pengangkutan sampah, saat sampah tersebut dimasukkan ke mobil pengangkut sampah, petugasnya memilah sampah-sampah yang ada sesuai dengan jenisnya. Jika mahasiswa dan civitas akademika ITB lain sudah melakukan pemilahan sampah sebelum membuangnya, berarti telah membantu petugas pengangkut sampah untuk menyelesaikan tugasnya.

Banyak usaha yang dilakukan baik oleh pihak rektorat, mahasiswa jurusan lingkungan, maupun oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam unit U-Green.

Usaha dari U-Green mulai ditingkatkan kembali di awal semester genap ini. Seperti memberikan informasi ke tiap himpunan mengenai pemilahan sampah dan mengadakan diskusi.

“ U-green sudah berupaya meminimalisir masalah sampah di ITB, salah satu contohnya adalah diselenggarakannya Envirovolution dan Funtrashvolution.” kata Rika, salah satu anggota U-green.

Seperti yang telah dijelaskan oleh  Rika, usaha terbaru adalah dengan membuat tempat sampah unik di lingkungan kampus. Sebelum hal ini dilakukan, saat libur semester beberapa anggota mencoba mengadakan kuisioner singkat melalui sms kepada mahasiswa di ITB. Inti dari kuisionernya adalah menanyakan tentang ketertarikan kita mengenai seminar atau diskusi tentang lingkungan, dan bentuk tempat sampah yang unik dan menarik.

Dari hasil kuisoiner tersebut sekarang terdapat dua tempat sampah unik yang terletak di sekitar ATM Centre, yaitu tempat sampah berupa kotak pos berwarna merah untuk sampah sedotan dan dus bekas minuman dan satu buah tempat sampah yang berupa ring basket untuk sampah berupa botol bekas minuman. ATM Centre merupakan tempat strategis yang sering dilewati oleh mahasiswa. Publikasi mengenai Envirovolution dan tempat sampah unik pun telah banyak dipasang di mading-mading yang ada di ITB.

Meskipun publikasi telah dilakukan, ternyata masih ada yang tidak tahu mengenai tempat sampah unik tersebut. “Tidak tahu, memang ada? Dimana?” jawab Rufa. Beberapa mahasiswa yang jarang melewati daerah ITB bagian selatan memang tidak mengetahui dan belum pernah melihat tempat sampah unik ini.

Usaha yang dilakukan memang telah membantu “info dari petugas di PPS Dabuga, sekitar 65% sampah di ITB sudah benar pemilahannya.

Dari beberapa hal diatas, masalah pemilahan sampah dan meningkatkan kesadaran setiap civitas akademik ITB merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan eco-campus. Usaha yang baik dengan publikasi yang merata dan diikuti oleh banyak orang, akan meminimalisir masalah sampah di ITB.***

*kontak penulis  listyadara@yahoo.com

Posted in: Uncategorized