Udara Bersih di Kawasan Dago

Posted on Maret 1, 2012

0


Oleh

Dika Anindyajati (13708031)

Minggu pagi, matahari belum tinggi namun Jalan Ir. H. Juanda telah padat. Bukan dipadati oleh mobil namun oleh manusia. Itulah pemandangan setiap Minggu pagi di program car free day dari pemerintah kota Bandung dalam upaya untuk mengurangi polusi dari kendaraan bermotor.

Program yang sebenarnya bernama “Car Free Day Pesona Sejuta Kawan” ini merupakan kerjasama antara pemerintah kota Bandung dengan Polri. Program ini dilaksanakan dalam rangka kampanye udara bersih dari polusi kendaraan bermotor dan upaya menyadarkan masyarakat untuk menghormati pejalan kaki dan pesepeda.

“Pesona Sejuta Kawan” yang merupakan program dari Polri bertujuan untuk membentuk perkawanan yang harmonis dengan masyarakat. Polri bersedia untuk membantu, bekerja sama, dan berpartisipasi apapun yang dibutuhkan masyarakat.

Car Free Day yang berlangsung selama 4 jam, dari pukul 06.00 sampai 10.00 pagi setiap hari Minggu ini bukan dilaksanakan di Jalan Ir. H. Juanda saja, namun juga dilaksanakan di beberapa ruas jalan lain seperti Jalan Merdeka, Jalan Buah Batu, dan beberapa ruas lainnya di kota Bandung.

Program yang telah dimulai sejak 9 Mei 2010 ini tentu tidak sepenuhnya langsung diterima oleh masyarakat Bandung. Kota Bandung bukanlah kota pertama yang mengadakan program Car Free Day, misalnya saja kota Jakarta yang telah lebih dahulu melaksanakan program Car Free Day dua bulan sekali di akhir minggu, pun masyarakatnya tidak serta merta langsung menerima diadakannya program Car Free Day. Sama seperti kota-kota lain yang mengadakan Car Free Day, beberapa jalur angkutan umum di kota Bandung harus dialihkan selama program Car Free Day berlangsung. Tidak hanya angkutan umum, kendaraan pribadi juga harus memilih jalur lain untuk menghindari ruas jalan yang digunakan dalam program Car Free Day ini. Kendaraan yang seharusnya dapat melalui ruas Jalan Ir. H. Juanda antara Simpang Dago dan Jalan Cikapayang, atau yang lebih dikenal Jalan Dago harus memilih Jalan Dipatiukur atau Jalan Tamansari. Pada tahun 2012 ini kemungkinan dilakukan perluasan kawasan Car Free Day, namun ruas jalan tambahan ini belum dikonfirmasi lebih lanjut.

Program ini menjadi wahana untuk masyarakat saling berinteraksi. Kegiatan seperti sekedar jalan santai, bersepeda, sampai berjualan pun didapati pada program Car Free Day ini. Tidak ada aturan yang jelas mengenai Car Free Day adalah tempat berolahraga, jadi tidak bisa disalahkan jika ada yang melakukan atraksi di tengah jalan ataupun berpidato asalkan tetap tidak menggunakan kendaraan bermotor. Memang pada awalnya program Car Free Day ini melarang adanya pedagang kaki lima untuk berjualan, namun aparat keamanan dan pemerintah kota Bandung tidak bisa membendung kedatangan pedagang yang kian menjamur.

Keramaian yang terjadi setiap minggunya tidak dapat dielakan. Untuk sebagian masyarakat ini menjadi ganjalan karena keramaian ini menyebabkan macet, untuk sebagian lainnya keramaian ini merupakan kesempatan. Keramaian seperti ini yang sering juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan atraksi, berpromosi acara, ataupun sekedar cuci mata. Mahasiswa ITB yang kampusnya di Jalan Ganeca, dekat dengan Jalan Dago, tidak ketinggalan dalam memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan penggalangan dana ataupun mempromosikan kegiatan yang akan dilaksanakan. Keramaian ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke kota Bandung karena pada Car Free Day ini banyak yang dapat dinikmati.

Meskipun pengurangan polusi udara dari asap kendaraan bermotor dapat dikurangi selama beberapa jam itu, tidak berarti pemerintah kota Bandung sukses dalam  mengurangi polusi. Polusi dari bau dan pemandangan tidak sedap dari sampah yang menumpuk di Jalan Dago setelah program Car Free Day selesai muncul sebagai masalah baru. Pemerintah kota Bandung terus berupaya untuk menjaga kebersihan dan ketertiban Jalan Dago yang merupakan pusat keramaian pariwisata dengan mengerahkan petugas kebersihan selama Car Free Day berlangsung untuk meminimalkan tumpukan sampah pada saat kegiatan selesai.***

*Penulis mahasiswa Teknik Material

Ditandai:
Posted in: lingkungan