Rela Berambut Pendek Demi Kahim Patra 2012-2013

Posted on Maret 1, 2012

0


Oleh :

Ubaydillah Yus’an (10310008)

Naufal Firas Lubaba, Teknik perminyakan 2009 pada hari minggu 19 februari 2012 secara resmi menjadi ketua himpunan patra (himpunan mahasiswa perminyakan), Setelah mengalahkan saingan beratnya Dito Fauzi winanda, Teknik perminyakan 2009 dengan perolehan suara 55% melawan 42% dengan 3% suara tidak sah dari sekitar 150 peserta pemilu. Jumlah ini dinyatakan sah, karena dalam ketentuan pemilu patra 2012, quorum peserta adalah ½ jumlah masa himpunan patra ditambah 1 orang.

Pria langsing 21 tahun ini rela mencukur rambut gondrongnya yang sudah dia pelihara selama bertahun – tahun. Dia juga mencuci jaket himpunan yang berwarna orange lusuh menjadi orange cerah dan wangi. Memang kebiasaan mahasiswa ITB yang suka memelihara jaket himpunan mereka tanpa mencucinya sekalipun selama berbulan – bulan. Merupaka kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa jika jaket himpunan yang didapat dengan susah payah selama berbulan bulan menjalani ospek jurusan menjadi kotor dan lusuh.

Berbagai upaya telah dia lakukan bahkan sebelum formulir pendaftaran calon ketua himpunan patra. SOS, julukan sehari – harinya mengumpulkakan orang – orang yang sevisi dengannya. Sos , rutin melakukan ngobrol bareng untuk membahas masalah – masalah yang muncul di himpunan maupun di kampus. Awalnya hanya sekitar 20 orang yang ikut kupas kasus yang diselenggarakan oleh sos. Lama kelamaan makin banyak orang yang ikut karena isu – isu dan masalah – masalah yang dibicarakan dalam forum tersebut merupakan masalah krusial dan sedang dialami oleh massa himpunan patra. Sos sebagai pihak luar yang bias disebut jarang nongkrong di himpunan, lebih tau dan lebih bias mengawasi masalah – masalah yang terjadi di lingkungan himpunan patra. Pihak masa himpunan sudah terlalu biasa dengan masalah yang ada, sehinga mereka tidak merasa bahwa di himpuan ada masalah serius yang terjadi.

Sos membawa sesuatu yang baru bagi himpunan mahasiswa patra. Lewat forum obrolan yang diselenggarakan oleh sos beberapa minggu sebelum pemilu resmi dibuka, dia bisa mengumpulkan masalah – masalah yang sebenrnya terjadi di himpunan lewat masa himpunan patra itu sendiri. Sos melakukan analisis kondisi ke seluruh massa patra 2010, 2009, 2008 dan angkatan atas dengan membagikan kuisioner dan mewawancarai sebagian besar masa himpunan untuk mencari solusi dan materi untuk hearing. Dengan metode ini sos menjamin bahwa sebagian besar aspirasi masa himpunan patra dapat ditampung dan dapat dicari solusinya bersama. Hearing sendiri dilakukan 4 kali bagi kedua calon ketua himpunan. Hearing pertama dilakukan di depan masa himpunan 2010. Hearing kedua dilakukan di depan masa himpunan patra 2009 dan yang ke tiga di depan masa himpunan 2008. Hearing terpusat dilakukan terakhir sekaligus pemilihan pada hari sabtu dan minggu tanggal 18 dan 19 februari 2012.

Sos adalah orang keturunan Madura tapi lama tinggal di jawa. Orang jawa terkenal dapat merangkul orang yang baru dikenalnya, sehingga sos unggul di bidang ini. Saingan terberatnya adalah orang sunda asli dan sering nongkkrong di himpunan. Sos tinggal di bandung di lingkungan jawa juga. Dia mengontrak rumah bersama dengan 8 orang teman dari berbagai jurusan di jalan gagak V no 158/144f RT03/RW03 kel.cikapayang bandung. Mungkin dengan sering berinteraksi dengan teman – teman dengan berbagai jurusan di kontrakan maupun di kampus, sos unggul dalam bidang public speaking yang sangat penting dalam situasi pemilu seperti ini

Sos juga cerdik dalam melakukan kampanye. Dito menempelkan poster di seluruh penjuru kampus sehingga seluruh masa kampus bisa tahi siapa Dito Fauzi Winanda. Berbeda dengan Sos, dia menempel poster dan propaganda di tempat tempat tertentu namun sangat strategis. Seperti papan GKU timur papan GKU barat kantin dan lain lain. Yang unik disini adalah, Sos melobi kepada petugas parrkir belakang ITB untuk ijin menempel poster propaganda di palang pintu parker ISS. Dia tahu bahwa masa patra selalu kuliah di timur laut, secara otomatis mereka pasti parker di belakang. Setiap orang yang parker pasti harus melewati palang pintu ISS untuk pemeriksaan karcis dan STNK sehingga secara tidak langsung mereka pasti sempat melihat dan membaca poster sos yang ditempel tepat di tengah palang pinti ISS.

Hearing terpusat yang dimulai sejak hari sabtu pukul 12 siang merupakan hari yang sangat melelahkan bagi seluruh masa patra namun sangatlah penting untuk regenerasi pemimpin himpunan mereka. Terutama bagi Naufal Firas Lubaba “SOS” dan Dito Fauzi Winanda. Hearing dilanjutkan pemungutan suara pada hari minggu pukul 6 pagi. Hearing berlangsung tertib dan seru. Sejak siang, sore, malam atau nyaris pagi masa patra tetap bersemangat mengikuti acara pemilu untuk kahim mereka. Sos memiliki moto yang memacu semangatnya, yaitu “kejarlah mimpimu, pasti bisa!”

Setelah jam 6 pagi, resmilah Naufal Firas Lubaba “SOS” menjadi ketua himpunan mahasiswa perminyakan ITB 2012/2013. Untuk calon yang kalah, belum ada keputusan forum untuk memberikan jabatan apa kepada Dito Fauzi Winanda. Pesan yang selalu disampaikan sos setiap akhir acara yang dipimpinya adalah “It’s better to regret what you have done than to regret what you haven’t done” artinya kurang lebih seperti ini, lebih baik menyesali apa yang telah kamu lakukan, daripada menyesali apa yang belum pernah sama sekali kamu lakukan. Oleh karena itu lakukan setiap pekerjaan dengan sungguh – sungguh agar tidak menyesal di akhirnya. ***

Ditandai:
Posted in: organisasi