METEOROLOGICAL DAY

Posted on Maret 1, 2012

0


Amalia Nurlatifah

12810007

Bulan Maret sepertinya akan menjadi bulan yang sangat dinanti oleh seluruh mahasiswa ITB khususnya mahasiswa program studi Meteorologi. Pasalnya di bulan ini rencananya Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Meteorologi ITB akan mengadakan suatu acara bertajuk ‘Meteorological Day’ dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Sedunia.

Acara ini merupakan acara tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Badan Pengurus Mahasiswa Meteorologi ITB dan merupakan program kerja akbar yang tiap tahunnya diadakan di ITB dengan berbagai macam rangkaian acara yang dibuat menarik, semarak, namun tetap berpendidikan dan berwawasan meteorologi.

Di tahun ini ada tiga rangkaian acara yang akan dilakukan, yaitu lomba, talkshow, dan pengabdian masyarakat. Lomba yang akan dilaksanakan yaitu Lomba Visualisasi Kronologi Banjir yang sasaran pesertanya adalah siswa SMA se-Bandung dan Lomba Teknik Pengelolaan Air Hujan bagi mahasiswa S1. Acara berikutnya adalah Talkshow Meteorologi yang bertema “Pemanfaatan Sistem Prediksi Sebagai Peringatan Dini Bencana Banjir” yang rencananya akan diisi oleh Bapak Tri Wahyu Hadi selaku Kepala Program Studi Meteorologi ITB, seorang perwakilan dari BPPT dan perwakilan dari BMKG. Event terakhir yang akan dilaksanakan adalah pemasangan AWS (Automatic Weather System) di Desa Majalaya untuk memprediksi keadaan cuaca di desa tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Meteorologi ITB.

Lomba Visualisasi Kronologi Banjir dan Lomba Teknik Pengelolaan Air Hujan sendiri dilaksanakan pengumpulan dari tanggal 13 Februari sampai 13 Maret untuk selanjutnya panitia mengadakan seleksi dan pengumuman pemenang akan dilaksanakan saat Talkshow tanggal 29 Maret 2012.

“Semuanya main event jadi tidak ada pre-event,” ujar Riris, staff divisi acara meteorological day ketika ditanya mengenai acara puncak meteorological day. Jadi, dalam meteorological day kali ini semuanya merupakan acara penting yang begitu sayang untuk dilewatkan. Namun yang menjadi perbedaan adalah sasaran dari tiap acara yang diadakan dalam event ini. Misalnya, lomba visualisasi banjir bagi siswa SMA, lomba teknik pengelolaan air hujan bagi mahasiswa S1, Talkshow bagi masyarakat umum, dan Pengabdian masyarakat di Desa Majalaya bagi warga sekitar.

Untuk publikasi panitia menyediakan banyak sekali media publikasi bagi acara ini dengan harapan acara dapat diikuti oleh banyak pihak sehingga dapat memberikan manfaat dan pengetahuan yang kaya mengenai meteorologi bagi masyarakat luas mengingat pengetahuan tentang meteorologi di Indonesia hingga saat ini masih terbilang minim. Panitia membuat website khusus untuk masyarakat atau orang-orang yang ingin bergabung, terlibat, atau ingin mengetahui perkembangan acara ini. Panitia juga menyebar banyak undangan dan poster berwarna ke sekolah-sekolah di Bandung, menyebar pamflet, dan mengirim surat ke sekolah-sekolah di luar Kota Bandung.

Poster sendiri dibuat beberapa versi dari beberapa acara dengan pemilihan warna yang eye-catching sehingga dapat mengundang perhatian banyak orang agar dapat tertarik untuk membaca sekaligus mengikuti acara ini. Website dibuat dengan rancangan yang pas beralamatkan metday.meteo.itb.ac.id agar dapat dengan mudah diakses oleh banyak pihak.

“Harapannya acara ini dapat diikuti banyak pihak sehingga bisa memberikan manfaat dan pengetahuan yang kaya bagi masyarakat luas tentang bencana meteorologi agar masyarakat dapat mengantisipasi sekaligus mencegah adanya bencana.” Ujar Riris menutup perbincangan ini ketika ditanya mengenai harapannya tentang acara ini. Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.***

 

*kontak penulis: amalianl@yahoo.com