Berbagi Ilmu dengan Masyarakat

Posted on Maret 1, 2012

0


oleh

Pijar Riza Anugerah (10608072)

Nymphaea ITB menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram bagi Warga Cipaganti

Sebelum didatangi oleh beberapa mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH-ITB), para ibu rumah tangga di Kelurahan Cipaganti, RW X, RT Y mungkin tak punya kerjaan yang bisa dilakukan ketika ditinggal suaminya bekerja. Kini mereka punya; mengurus beberapa backlog berisi bibit jamur hasil dari Pelatihan Budidaya Jamur Tiram yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 18 Februari lalu.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa SITH “Nymphaea” (Nymphaea) ini bertujuan untuk membagi teknik budidaya jamur tiram pada warga Kelurahan Cipaganti. Teknik budidaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi warga Cipaganti. Pelatihan ini diikuti oleh 28 peserta, yang kebanyakan merupakan wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Pelatihan dibuka dengan penjelasan mengenai jamur tiram dalam bentuk presentasi. Selanjutnya peserta diajarkan untuk membuat backlog serta proses sterilisasi backlog dengan teknik aseptik (untuk mencegah kontaminasi pada backlog). Setelah itu, dilakukan inokulasi bibit secara bersama-sama. Backlog jamur yang telah diinokulasi bibit dibawa pulang ke rumah untuk ditumbuhkan dan diperbanyak.

Jamur Tiram (Pleorotus ostreatus) adalah bahan pangan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Jamur yang berasal dari filum Basidiomycota (jamur yang memiliki tubuh buah), famili Homobasidiomycetes ini memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih dengan tangkai yang tumbuh menyamping, serta berbentuk seperti tiram. Sebagai bahan makanan jamur tiram memiliki banyak keunggulan yaitu kandungan protein yang hampir tiga kali lipat lebih tinggi daripada beras; kandungan asam lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi oleh para penderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol); serta mengandung banyak vitamin, terutama vitamin B, C, dan D. Selain itu, jamur tiram juga memiliki rasa enak, yang diduga ditimbulkan oleh kandungan kitin di permukaan sel-selnya.

Budidaya jamur tiram relatif mudah, sehingga dapat menjadi lahan wirausaha baru yang cukup menguntungkan. Untuk substrat pertumbuhan jamur, dapat digunakan serbuk gergaji atau alang-alang sebagai substrat alternatif. Substrat berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi jamur, terutama Karbon, yang banyak dibutuhkan oleh jamur. Pengkayaan nutrisi pada substrat dapat dilakukan dengan penambahan pupuk NPK dan dedak. Substrat dibungkus oleh plastik tahan panas dan disumbat  oleh kapas. Substrat yang telah dibungkus selanjutnya disebut backlog. Bibit jamur diinokulasi ke dalam backlog menggunakan sendok makan. Bibit jamur berupa miselium dapat tumbuh memenuhi substrat setelah 30 hari, dan jamur dapat segera dipanen setelah 40 hari.

Menurut Arekha; koordinator acara, pelatihan ini merupakan salah satu wujud Pengabdian Masyarakat (PM) yang dilakukan oleh Nymphaea. “Sudah menjadi kewajiban mahasiswa untuk berbagi ilmu dan mengaplikasikan keilmuan yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat”, kata Arekha.***